oleh

Di Balik Kepribadian Sosok Bambang Irianto Membiasakan Bekerja Sebagai Kegiatan Berkarya

Kabarmadura.id/Sumenep-Bekerja untuk menghasilkan karya, sangat sulit dimiliki. Namun itulah yang dijadikan prinsip hidup Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep Bambang Irianto.

IMAM MAHDI, SUMENEP

Bagi Bambang, sebuah karya sangat penting diciptakan. Selalu berfikir positif juga merupakan langkah utama menuju insan yang lebih baik.

Sebelum menjadi aparatur sipil negara (ASN), pria kelahiran Sumenep 16 Januari 1965 ini sempat mengeluti dunia fotografi saat duduk di bangku SMA. Selain itu, juga pernah aktif  sebagai event organiser dan juru penerangan (jupe).

“Pekerjaan saya dulu semi swasta dan negeri dan semua pekerjaan dilandasi dengan sambil berkarya ,” katanya, Minggu (19/01/2020).

Orang nomor satu di lingkungan Disparbudpora Sumenep ini, termotivasi menjadi ASN sejak kecil. Baginya, menjadi ASN adalah proses pendewasaan dalam membangun bekerja dan berkarya bagaimana mewujudkan Sumenep menjadi lebih baik.

Menurutnya, semuanya butuh proses dan rasa empati pada pekerjaan dan perlu ide-ide brilian dan menakjubkan. Dalam bekerja, istilah out of the box itu menjadi visi misinya hingga menjadi ASN saat ini.

Berpikir out of the box atau think out of the box, secara sederhananya mencoba pendekatan dan cara-cara baru dan inovatif; berbeda dari yang biasa dilakukan. Pendekatan itu diperlukan untuk menemukan ide-ide segar yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya.

Dalam melakukannya, mengembangkan kemampuan untuk menghadapi masalah dengan cara yang tak biasa. Bambang merasa, seseorang dengan cara berpikir out of the box ini sangat dibutuhkan di dunia kerja, karena orang yang biasa berpikir out of the box, cepat mengambil tindakan dan siap bertanggung jawab atas tindakannya.

Seringkali dianggap aneh, bahkan ditertawakan ketika datang dengan ide-ide yang tak biasa. Namun baginya, bekerja harus optimis, jika bekerja diawali dengan pesimis maka tidak akan sukses di kemudian hari yang yang terpenting bekerja dengan koridor hukum dan aturan yang berlaku.

“Dari sejak dulu saya senang pada pekerjaan bekerja dan berkarya. Sebab, semua orang bisa bekerja. Namun, untuk menjadi sebuah berkarya, belum tentu bisa,” tegasnya kepada Harian Pagi Kabar Madura.

Atas kegigihannya dalam menggapai cita-citanya, Bambang dapat diterima sebagai PNS di  Departemen Penerangan dengan tugas ebagau juru penerangan. Tugasnya di wilayah kecamatan. Putra dari almarhum Ismail dan ibunya Ervani ini, memang dibesarkan dari keluarga Departemen Penerangan. Sebab, ayahnya merupakan PNS di Departemen Penerangan.

Setelah departemen itu mulai ditiadakan di era Presiden Abdurrahman Wahid, ayah dari dua anak ini menjadi pegawai di Pemkab Sumenep. Saat di Pemkab Sumenep, Setelah itu menjabat sebagai Kepala bagian Umum (Kabag Umum) 2010 Setkab Sumenep.

Sejak tahun 2011 hingga 2020, empat dinas sudah dikepalainya. Kini, dia menjabat sebagai kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep.

Selain itu, Bambang juga aktif di organisasi kemasyarakatan dan politik. Misalnya, Partai Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI) pada masa orde baru. Aktif pula di lembaga swadaya masyarakat (LSM), sempat mendirikan LSM Pijar lentera. (waw)

KARIR

2010-Kabag Umum Setkab Sumenep

2011-Kepala Disparbudpora Sumenep

2013-Kepala DPRKP dan Cipta Karya Sumenep

2019-Kepala Disdik Sumenep

2020-Kepala Disparbudpora Sumenep

PENDIDIKAN

TK Budi Utomo

SDN Kepanjen, Sumenep

SMP 1 Negeri Sumenep

SMA 1 Negeri Sumenep

Universiatas Wiraraja (Unija) Sumenep lulus 1992

Jenjang Magister di Budi Utomo Surabaya tahun 2001

PENGALAMAN ORGANISASI

Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR)

Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI)

Pendiri LSM Pijar lentera

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed