Di Balik Kesibukan Kepala DPMPTSP Pamekasan Agus Mulyadi

  • Whatsapp
Kepala Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pamekasan Drs. Agus Mulyadi M.Si

Tetap Hobi Baca Buku dan Rajin Beternak

Kendati disibukkan dengan tugas-tugas jabatannya, Agus Mulyadi tetap rajin membaca buku. Segala buku dari berbagai bidang ilmu masih dipelajari. Sifat selalu haus dengan ilmu itu, tetap melekat dalam tubuh pria yang kini sudah memasuki usia 58 tahun ini.

IMAM MAHDI, PAMEKASAN

Memegang jabatan tinggi, juga tidak lantas membuat Agus meninggalkan hobi yang digelutinya sejak kecil. Kepala Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pamekasan ini, tetap membiasakan beternak ayam dan itik di rumahnya.

Pria yang satu ini tergolong sukses dalam meniti karier sebagai aparatur sipil negara (ASN). Namun sebelum meraih kesuksesan sebagai pejabat pemerintah itu, ada proses yang panjang yang dijalani.  Namun, dia tekun menghadapi segala tantangan yang dialami di depannya.

Menurutnya, kunci sukses itu tidak lepas dari kerja keras disertai doa. Dan yang paling penting, membangun keikhlasan dalam bekerja, telaten, sabar, serta rajin membantu orang lain. Bahkan menurutnya, hidup itu seperti air yang mengalir, terus menjalani kehidupan dan ada upaya yang sungguh-sungguh sehingga mendapatkan kemudahan dengan sendirinya.

Modal itulah yang selama ini menjadi prinsip dalam kehidupannya. Kendati demikian, apa yang dia peroleh tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab, Agus juga pernah mengalami masa-masa sulit. Bahkan saat masuk PNS golongan A-II, perjalananya cukup tertatih-tatih.

Pria kelahiran Pamekasan, 29 Agustus 1961 ini, di usia mudanya menjadi anak yang tekun bekerja dan senang membantu kedua orangtuanya. Meski demikian, dia tidak melupakan pentingnya pendidikan. Hingga kini, dia masih sering membaca buku dari segala bidang ilmu.

Agus telah dikaruniai 3 putra, yang pertama bernama Kurnia Kholik, kini berkerja di bidang swasta, kemudian Mukhlis Abdillah yang kini masih menempuh pendidikan di Politeknik Malang dan putra ketiganya  bernama Aulia Rahman yang masih duduk di bangku SMA.

“Anak saya punya makna tersendiri, Kurnia Kholik berarti pemberian dari Allah, Mukhlis Abdullah artinya pengabdi yang ikhlas dan Aulia Rahman berarti pemimpin yang penuh kasih sayang,” katanya, Kamis (4/7).

Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini dilahirkan dari 10 saudara dari ayah bernama Mohammad Sayyadi yang merupakan purnawirawan TNI/AD dan ibu  bernama Sholehah.

Seluruh jenjang pendidikannya dijalani di Pamekasan, mulai dari tingkat dasar, menengah hingga atas termasuk jenjang strata satu (S1). Barulah untuk jenjang pascasarjana yang ditemput di Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya (detail lihat profil).

“Semua jenjang pedidikan sudah saya jalani semua baik pahit maupun manis,” paparnya. (km45/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *