oleh

Di Balik Muka Garang Pemain Madua United, Hatinya Penyayang

Kabarmadura.id-Duo pemain asal Papua di Madura United, Marckho Sandy dan Engelberd Sani, memang berperawakan garang. Marckho dengan tipikal permainan tanpa kompromi dan Engel yang ngeyel, kerap kali menjadi perhatian tersendiri setiap diturunkan.

Meskipun bermuka garang, Marckho dan Engel pemain asal Indonesia Timur itu memiliki hati penyayang. Itu terlihatketika keduanya menikmati suasana malam Pantai Losari Makassar, Senin (21/10/2019) malam.

Rombongan Madura United baru tiba di Makassar kemarin lusa, tepatnya siang menjelang sore. Tim arahan Rasiman ini akan menghadapi PSM Makassar di Satdion Andi Mattalatta Makassar, Kamis (24/10/2019).

Lantaran baru tiba, skuad Laskar Sape Kerrab-julukan Madura United tidak langsung latihan, namun mereka diberi waktu untuk rest recovery sehari.

Marckho dan Engel memanfaatkan pada waktu senggang di Senin malam itu untuk jalan-jalan ke Pantai Losari yang bersebelahan dengan Hotel Arya Duta Makassar yang ditempati.

Kedua pemain tersebut tidak sebatas menikmati suasana malam di Pantai Losari. Akan tetapi, menyempatkan guna menikmati makanan khas Makassar, yakni pisang empe yang cara buatnya menggunakan pisang mentah dan dibakar. Lalu, hasilnya ditambah cokelat, keju, atau rasa yang lain.

Kala menikmati makanan khas Makassar, tiba-tiba terdapat pengamen Fajrin yang hanya bermodalkan gitar kecil menghampiri dan langsung melantunkan lagu berjudul ‘parcuma’ yang berasal dari Ambon.

Fajrin baru mulai, Marckho langsung pinjam gitarnya dan mencoba untuk melantunkan sendiri. Lantaran senar dari gitar itu hanya tersisah empat, dia kesulitan untuk memetiknya.

Tak ayal, dia meminta pengamen itu untuk melanjutkan lagu tersebut. Kemudian Marckho beranjak mendekat dan duduk di sampingnya. Engel dan Marckho bernyanyi dengan pengamen itu.

Terbuai dalam alunan lagu ‘parcuma’ itu, Marckho request terhadap Fajrin untuk menyanyikan lagu berjudul ‘Cinta Beda Agama’ yang lantunkan Vicky Salamor. Fajrin langsung mengucapkan, “iya bisa.” Lalu, dia memulainya. Seperti biasa, duo Papua itu bernyanyi bersama.

Belum selesai bernyanyi, Engel menyelipkan uang dengan nominal Rp50 ribu ke dalam lubang gitarnya. Sementara, Marckho memberikan langsung dengan nominal Rp35 ribuan.

Menurut Engel, terkadang pengamen jalanan yang masih anak-anak terdapat bos di atasnya. Lalu, hasil mengamen diberikan kepada orang itu. Tak heran, dia menyelipkan uang lebih besar agar tidak ketahuan bosnya.

“Ya tahu, ada bosnya kadang, kadang ya. Maka saya selipkan langsung tanpa ketahuan siapapun. Jadi tetap ada uang yang dikasik sebagai formalitas jika ada yang mengamati lihat, ya gitu dah,” pungkasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed