Di Balik Perjalanan Anang Menjadi Mualaf, Merasa Damai Dengar Lantunan Al Qur an

  • Whatsapp
BERIKRAR: Anang Djuenaidi yang menjabat sebagai kepala BPBD Kabupaten Sampang resmi menjadi mualaf pada Kamis 27/6/2019.

Kabarmadura.id-Bertempat di musola Asykarul Muttaqin yang beralamatkan di Jalan wijaya Kusuma Sampang, Anang Djunaidi Santoso, resmi mengikrarkan diri memeluk agama Islam  atau menjadi mualaf dengan penuh keyakinan dan kesadaran.

SUBHAN, SAMPANG

ASN yang menjabat kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupatan Sampang ini, mengucap syahadat sebagai syarat utama sebagau muslimin pada Kamis 23 Syawal 1440 hijriah yang bertepatan pada tanggal 27 Juni 2019.

Pria kelahiran Lumajang 1 Juni 1970 itu, melantunkan kalimat syahadat didampingi dan dibimbing langsung oleh Rois Syuriah PCNU Sampang, KH Syafiudin Abdul Wahid dan disaksikan oleh Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, jajaran forkompimda, sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Sampang dan masyarakat sekitar.

Saat ditemui awak media, Anang Djoenaidi Santoso yang sebelumnya beragam Katolik itu menyampaikan, dirinya sudah memiliki keinginan untuk memeluk agama Islam sejak dua tahun belakangan, namun tidak serta-merta diputuskan, karena memerlukan pertimbangan yang matang, karena tidak mudah untuk memulai kehidupan baru. Keinginan itu akhirnya berhasil diputuskan pada hari ini kemadi (27/6).

Alasan Anang menjadi mualaf, karena beberapa hal, namun yang sangat terkesan, ketika dirinya mendengar lantunan ayat suci Alquran, seperto mendapatkan rasa kedamaian dan ketenngan diri.

“Terus terang, ketika saya mendengar lantunan ayat suci Alquran, hati saya menjadi tenang dan damai, dari situlah saya mulai merenung, mempertimbangkan kurang lebih selama dua tahun,  dan hari ini, saya mendapat hidayah menjadi mualaf,” ungkapnya.

Setelah sudah memeluk agama Islam, nama kepala BPBD ini menjadi Muhammad Anang Djoenadi. Setelah menjadi muslim, Anang tidak punya keinginan muluk-muluk, ia hanya meminta doa dari sesama agar bisa istiqomah.

“Saya minta kepada teman-teman semua, doakan saya agar bisa istiqomah,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Sampang H. Slamaet Junaidi yang dikonfirmasi melalui Kabag Humas Yulis Juwaidi menyambut gembira dan senang dengan adanya salah satu pajabat yang menjadi mualaf tanpa paksaan.

“Sebagai bentuk rasa syukur dan penghargaan kepeda beliau (Anang) yang mualaf, bupati memberikan hadiah umroh dan sebuah bingkisan khusus,” singkatnya. (waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *