oleh

Di Balik Sepasang Pot Bunga Bernilai Rp1 Miliar

Kabarmadura.id-Benda-benda bersejarah sangat bernilai bukan karena bendanya itu sendiri yang terbuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi atau berupa barang-barang mewah, tetapi juga karena nilai sejarah yang dikandung yang tidak dapat dibeli dengan uang berapapun harganya.

MOH TAMIMI, SUMENEP

Meseum Keraton Sumenep mempunyai banyak koleksi benda-benda bersejarah yang usianya sudah puluhan tahun. Bahkan ada juga yang sampai beratus-ratus tahun lamanya. Salah satunya adalah dua buah pot bunga yang berasal dari Negeri Tiongkok kuno. Pot bunga itu memiliki tinggi 80 centimeter dan lebar 30 centimeter.

Pot bunga tersebut menurut keterangan Ketua Museum Keraton Sumenep Moh Erfandy, merupakan pemberian kekaisaran Tiongkok kepada Kadipaten Sumenep pada abad ke-17. Pemberian itu dilatarbelakangi eratnya hubungan antara Negeri Tirai Bambu tersebut dengan pemerintah Kadipaten Songennep waktu itu.

Benda bersejarah tersebut menyimpan data-data masa lalu yang melebihi umur manusia dan tak kunjung terungkap secara keseluruhan.

“Pot ini bernama Pot Kerwang, asal mula pot ini dari Tiongkok. Ini memang langka, tidak ada di Madura (yang seperti ini, red), mungkin di Jawa Timur hanya ini yang tersisa. Ini pernah ditaksir oleh kolektor sebesar Rp1 miliar,” jelasnya saat ditemui Kabar Madura di dalam gedung Museum I, Rabu (13/3).

.Kolektor yang menaksir tersebut berasal dari Jakarta, sekitar tahun 2015. Hanya saja, Erfandy tidak menyebut namanya.

Selain itu, masih menjadi misteri, siapa yang memberikan pot bunga tersebut dan kepada siapa diberikan. Namun yang pasti, diberikan pada masa Dinasti Ming sebagaimana cerita yang beredar secara turun temurun.

Pot bunga tersebut memiliki enam sisi. Setiap sisinya terdapat tulisan dan bahasa Tiongkok, juga terapat motif bambu bambu di beberapa sisinya. Dari enam sisi tersebut, setiap dua sisi motif tulisan Tiongkok ditengahi motif pohon bambu membentuk pola 2-1-2.

Pot tersebut memiliki dua bagian yang digabung menjadi satu, bagian bawah yang sebagai penyangga, dan bagian kedua adalah tempat tanah untuk ditanami tanaman atau bunga.

Di bagian penyangga, bagian bawahnya berbentuk persegi enam dan bagian atasnya bertentuk lingkaran (lihat gambar). Di bagian penyangga pula, tidak terdapat motif huruf Tiongkok, hanya tanaman.

Di atas potnya (selanjutnya akan disebut vas untuk membedakan) sama-sama berbentuk segi enam. Akan tetapi, bagian bawah diameternya lebih kecil, semakin ke atas semakin melebar, bentuknya serupa bunga mawar yang hendak mereka.

Warna latar pot tersebut adalah bicu, latar motifnya berwarna putih susu, sedangkan tulisan huruf Tiongkoknya didominasi warna hitam. (waw)

Komentar

News Feed