oleh

Di Madura, Kesadaran Hindari Kerumunan Masih Rendah

Kabarmadura.id/Sumenep-Dalam mencegah penyebaran wabah Covid-19, warga Sumenep mulai menciptakan kesadaran secara mandiri. Beberapa warga mulai melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungannya atas inisiatif dan swadaya.

Haji Komar (42), warga RT 01 Perumahan Pondok Indah, Kolor, Sumenep menyadari bahwa Covid-19 memang penyakit yang sangat meresahkan. Meski belum mengetahui efektivitas penyemprotan tersebut, namun baginya, langkah itu juga sebagai cara untuk menjalankan pola hidup sehat dan bersih.
Selain itu, dia dan warga di lingkungannya juga sudah mulai menerapkan imbauan social distancing atau saling menjaga jarak dan kontak fisik satu sama lain ketika berada di tempat umum.

“Kami terus melakukan antisipasi melakukan pencegahan Wabah Covid-19 yang menjadi kegelisahan yang terjadi saat ini ditengah-tengah masyarakat,” paparnya, Kamis (26/3/2020).
Di tempat yang sama, Ketua RT 01 Perumahan Pondok Indah Kolor Sumenep Ibnu Hajar mendukung kesadaran warganya itu. Dia juga membenarkan bahwa kegiatan itu murni inisiatif warganya. Selain itu, pihaknya juga rutin mendata kedatangan warga dari luar lingkungannya.

Upaya itu dilakukan, untuk membantu Satgas Pencegahan Covid-19 Sumenep dalam memantau orang dengan resiko (ODR) Covid-19, atau yang datang atau melakukan perjalanan di wilayah wabah virus tersebut.

Sedangkan Kepala Dinas Perindusrtrian dan Perdagangan Sumenep Agus Dwi Saputra mengatakan, antisipasi penyebaran wabah Covid-19 mulai rutin dilakukan, salah satunya kepada para pedagang kaki lima (PKL). Pihaknya tidak memerintahkan penutupan aktivitas PKL, namun sekadar memberi imbauan agar mengurangi kerumunan massa yang berpotensi saling menularkan virus Corona tersebut.

“Kami belum menutup, tetapi sudah memberikan himbauan agar tidak keluar rumah,” ujarya.
Sedangkan kepada toko modern, sudah diimbau melakukan transaksi pembayaran melalui alat eletronik atau menggunakan sarung tangan.

Sementara di Sampang, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sampang Djuwardi mengatakan, untuk sementara pihaknya memperbolehkan pedagang kaki lima (PKL) yang masih aktif berjualan, dengan catatan tidak dijadikan tempat berkumpulnya orang banyak.

Jika sebaliknya, akan dibubarkan. Toko-toto modern juga sudah diimbau melalui surat edaran, bahwa saat melayani masyarakat harus menyediakan hand sanitizer dan masker.
Kalau soal pembayaran di toko, masih tetap seperti biasanya, belum ada prosedur khususnya, tapi sudah diimbau untuk menyediakan hand sanitizer, terangnya.

Hal yang sama dilakukan Satgas Pencegahan Covid-19 Pamekasan. Setiap hari gencar menertibkan lokasi-lokasi yang rentan menimbulkan kerumunan warga. Penertiban dilakukan dengan cara menyampaikan imbauan tentang pentingnya mengisolasi diri di rumah.

Para petugas mengingatkan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Niaga, area eks Stasiun KA, dan area Monumen Arek Lancor, serta tempat-tempat keramaian lainnya

“Ada pada jam-jam tertentu melakukan operasi kepada masyarakat atau warga yang berkerumun di tempat tertentu seperti, di Arek Lancor, di kafe-kafe, ucap Ketua harian Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Covid-19 Pamekasan Akmalul Firdaus, Kamis (26/3/2020). (imd/rul/sub/waw)

Komentar

News Feed