Diajukan Ramai-Ramai, Hak Indikasi Geografis Batik Ghentongan Jadi Sulit Diterima

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) TRESNA ART: Diajukan ramai-ramai, hak indikasi geografis batik Ghentongan jadi sulit diterima.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Pengajuan hak indikasi geografis untuk Batik Ghentongan di Bangkalan diklaim cukup banyak. Sebab, pengajuan sudah beberapa kali dilakukan langsung oleh pengusaha batik. Tetapi karena sifat pengajuannya secara mandiri, sehingga haknya juga dimiliki individu.

Meski begitu, pengajuan indikasi geografis tersebut dinilai sulit, karena proses verifikasi bisa berlangsung hingga 1 sampai 2 tahun.

Salah seorang pengusaha batik di Bangkalan, Sufik Atin, menyampaikan bahwa dirinya sudah beberapa kali mengajukan hak indikasi geografis di Bangkalan, tetapi baru kali ini prosesnya begitu lama.

“Saya dulu mengajukan bisa selesai cepat, sekarang sudah setahun lebih belum ada info,” katanya.

Proses pengajuan dinilai lebih sulit, padahal jika nama dan produk sudah tidak sama dengan yang lain, kata Sufik, seharusnya prosesnya bisa lebih cepat. Karena identifikasi hasil pengajuan biasanya dikabarkan langsung pada pengusul. Dia juga mengaku langsung disurvei dan dikabari langsung dari pihak Dirjen KI.

Kepala Bidang Non Agro Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperindag) Bangkalan Mutia menjelaskan bahwa untuk pengajuan hak paten batik Ghentongan khas Bangkalan sudah banyak diajukan ke Provinsi Jawa Timur. Setelah itu diproses di HKI Surabaya.

“Sebenarnya, dulu selain HKI, pernah ada kerja sama mengenai hak paten, seperti dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dan beberapa instansi pendidikan lainnya” ulasnya.

Kata Muti, proses pengajuan untuk hak paten memang agak lama, karena sebelum diajukan pemerintah provinsi, proses penyelesaian administrasi diselesaikan dan diseleksi oleh dinas perindustrian kabupaten.

“Kami kan juga biasanya (mengajukan, red) secara kolektif, makanya kami seleksi di kabupaten dulu,” ungkap Muti yang juga memperkirakan ada sekitar 5 produk batik di Bangkalan yang sudah mengajukan hak paten. Tetapi memang proses verifikasi juga lama. Sebab, normalnya memang antara 1 sampai 2 tahun. Jadi wajar jika pengusul mempertanyakan.

Tetapi pihaknya juga meyakinkan, selama belum menerima informasi ditolak atau diterima, berarti masih diproses. Sehingga pengusul diminta lebih sabar untuk menunggu informasi.

“Ditunggu saja, baru nanti kalau sudah lebih dari 2 tahun, bisa diajukan lagi,” tegas Muti.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *