oleh

Dialihkan untuk Penanganan Wabah Covid-19,  Anggaran Perluasan Bandara Dipangkas 15 Persen

Kabarmadura.id/Sumenep-Anggaran perluasan lahan Bandara Trunojoyo dipangkas 15 persen untuk penanganan Covid-19. Semula anggaran perluasan bandara tersebut senilai Rp24 miliar, setelah dipangkas kini menjadi sekitar Rp21,4 miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Sumenep Dadang Dedi Iskandar mengatakan, lahan tersebut saat ini sudah diproses setelah dikerjasamakan dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumenep. Hal itu dilakukan setelah berakhirnya penentuan lokasi (penlok) pada bulan Maret lalu.

“Ya, perluasan lahan badara Trunojoyo dipangkas 15 persen untuk penanganan Covid-19,” katanya, Rabu (22/4/2020).

Luasnya penlok sejak 2017 sebanyak 33 hektare, dan saat ini masih sisa 10 hektare yang sudah dilaksanakan sejak Maret 2020.

“Sosialisasi dengan legislatif serta bupati sudah dilakukan, tinggal bagaimana menjalankannya,” paparnya.

Dadang menjelaskan, meskipun dipangkas, anggaran tersebut sudah dianggap cukup. Menurut Dadang, jika ada kekurangan, nantinya akan dilakukan penambahan anggaran.

Ia menjelaskan, pemangkasan tersebut dilakukan berdasarkan rapat bersama Sekkab, Bappeda dan OPD lainnya.

“Semoga pemangakasan perluasan lahan tidak menjadi kendala atas proses berjalannya pengerjaan,” ujarnya.

Sementara itu, sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi mengatakan, pemangkasan anggaran perluasan lahan Bandara Trunojoyo memang sangat layak untuk dilakukan. Sebab, kebutuhan untuk penganan Covid-19 saat ini sangat mendesak. Bukan hanya anggaran perluasan bandara saja yang dipangkas, tetapi semua anggaran di OPD juga dipangkas.

“Kami akan terus mendukung atas kebijakan pemerintah mengenai pemangkasan anggaran tersebut. Dengan demikian, kebutuhan Covid-19 betul-betul tertangani,” pungkasnya. (imd/pai)

 

 

Komentar

News Feed