Dianggap Tidak Adil, Legislatif Desak Penggajian Kolektif Tenaga Medis Diubah

  • Whatsapp
(KM/IMAM MAHDI ) GAGAH : Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Rozah Ardhi Kautsar saat diwawancari di kantor DPRD Sumenep.

Kabarmadura.id/Sumenep-Sistem penggajian kolektif  yang diterima oleh tenaga medis di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) mendapat sorotan dari anggota legislatif, Rozah Ardhi Kautsar. Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep tersebut mengatakan, kebijakan pemberian honor secara kolektif harus diubah. Sebab, para pegawai kesehatan merasa dirugikan. Ada 231 Ponkesdes yang pegawainya merasa dirugikan karena disebut tidak ada pemerataan.

Dijelaskan, honor setiap bulannya untuk tenaga medis sebanyak Rp1.800.000 lebih yang mestinya dicairkan setiap bulan. Tetapi, ketika ada masalah tidak dicairkan secara keseluruhan. Ia sangat menyayangkan hal tersebut.

“Kami komisi IV akan memperjuangkan tenaga medis yang haknya tidak terpenuhi,” tegasnya.

Sistem gaji kolektif itu menurutnya tidak maksimal. Sebab, seharusnya honor diperuntukkan untuk masing-masing person bukan secara berjamaah.

” Bekerja kan person harusnya honornya juga secara person. Kasian kan yang bekerja dengan maksimal dengan yang hanya asal asalan bekerja. Jika begitu nantinya yang bekerja rajin malah bermalas-malasan karena tidak digaji,” tegasnya.

Ia menegaskan, akan memperjuangkan perubahan kebijakan sistem penggajian tersebut. Karena, kebijakan gaji secara kolektif dari Dinas Kesehatan (Dinkes) ini memang sangat tidak layak.

Sementara itu Kepala Dinkes Kabupaten Sumenep Agus Mulyono menjelaskan, semua tenaga medis sudah diperlakukan secara adil.

“Jika ada keluhan mengenai honor maka seharusnya memang para tenaga medis bisa kompak melakukan pekerjaan secara profesiaonal,” ujarnya.

Dilanjutkan, Dinkes saat ini sudah melakukan perbaikan-perbaikan yang nantinya juga akan dikoordinasikan dengan DPRD jika ada permasalahan ataupun hal lain yang menyangkut kesehatan. (imd/pai)

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *