Dibangun Hingga 9 Tahun, Terminal Kargo Mangkrak

  • Whatsapp
MENCURIGAKAN: Terminal bongkar muat yang dibangun sejak tahun 2010 hingga 2019 ini belum difungsikan sebagaimana direncanakan.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Proyek pembangunan Terminal Kargo sudah menelan waktu hingga 9 tahun. Namun hingga kini belum dianggap selesai. Bahkan proyek miliaran tersebut, sudah lepas dari kendali Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan sebelum benar-benar bisa difungsikan.

Kini, bangunan mangkrak itu menjadi bahan pembicaraan di berbagai kalangan lantaran tidak berfungsi. Sebab, terminal tersebut sudah tampak layak untuk difungsikan.

Secara fisik, bangunan yang terletak di Desa Larangan Tokol Kecamatan Tlanakan Pamekasan tersebut, sudah selesai pada tahun 2012. Namun, mega proyek itu dianggap belum tuntas, karena ada beberapa fasilitas yang harus ditambah.

Wakil bupati Pamekasan Raje’i menyampaikan terminal kargo tersebut memang benar telah dibangun oleh Pemkab Pamekasan, namun wewenang pengoperasiannya sudah diambil alih oleh Provinsi Jawa Timur.

“Kami sekarang mengalami beberapa kesulitan, karena wewenang memfungsikan terminal kargo tersebut sudah ditarik ke provinsi, dulu yang bangun kami, sekarang wewenangnya di provinsi,” paparnya.

Akibatnya, rencana kebijakan yang akan diambil yang berkaitan dengan pemanfaatan terminal kargo dimaksud, gagal terlaksana. Ditambahkan oleh mantan kepala Desa Bujur Barat tersebut, jika ada keluhan masyarakat, pemkab siap menampungnya untuk kemudian dikordinasikan dengan pihak Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

“Kami  terbentur dengan beberapa aturan, oleh undang-undang kemudian oleh kebijakan pemerintah pusat dan provinsi,” ungkapnya.

Kabar Madura coba menelusuri kondisi bangunan tersebut. Meskipun terlihat kokoh, namun banyak dikelilingi rumput liar. Memang terlihat beberapa truk yang sedang parkir, namun hanya dijadikan tempat istirahat, bukan layaknya terminal bongkar muat barang. Bahkan, terlihat berdiri sebuah warung jenis pedagang kaki lima (PKL) di sisi utara.

Sebelumnya, anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Pamekasan Imam Syafi’e menyoroti terminal barang/kargo yang sudah tampak layak untuk difungsikan tapi sampai saat ini masih belum ada aktivitas apapun.

Menurutnya, terminal bongkar muat barang itu seharusnya sudah bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD), maka sewajarnya sudah harus dimanfaatkan. (km47/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *