oleh

Dibangun Megah, Bimbang Tentukan Konsep Pengelolaan Gedung Sentra Batik

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN–Pembangunan gedung sentra batik yang berlokasi di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Pamekasan, saat ini telah memasuki tahap akhir. Namun hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan belum menyiapkan konsep mengenai pengelolaan gedung tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Ahmad Sjaifuddin mengungkapkan, pihaknya masih akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak Pemerintah Desa Klampar mengenai konsep pengelolaan gedung tersebut.

“Makanya saya harus segera berbicara dengan kepala desa Klampar dan para pengrajin untuk merumuskan konsep bagaimana mekanisme operasional gedung itu,” ucapnya.

Sejatinya, Disperindag telah menyiapkan konsep, yaitu dengan menyerahkan kewenangan pengelolaan gedung sentra batik itu kepada Pemerintah Desa Klampar.Karena selain desaitu merupakan desa dengan potensi batik,gedung itu dibangun di atas tanah Desa Klampar.

Namun, pihaknya dilematis, karena potensi batik di Pamekasan tidak hanya di Desa Klampar. Sebagian daerah seperti Desa Toket dan Desa Banyupelle juga memiliki potensi yang sama. Sehingga pihaknya perlu mematangkan kosenp itu terlebih dahulu.

“Sementara gagasan saya, ingin gedung itu menjadi wajah batik Pamekasan yang terdiri dari berbagai identitas batik dari berbagai desa,” ujarnya.

Namun karena gedung tersebut didedikasikan oleh pemerintah pusat untuk seluruh warga Pamekasan, maka pihaknya meyakini bahwa pengelolaan gedung tersebut tidak akan dipasrahkan kepada Pemdes Klampar.

“Cuman kita harus menghormati juga bahwa lahannya itu miliknya desa,” ucapnya.

Menurutnya, peresmian gedung sentra batik itu masih menunggu selesainya pembangunan, kemudian menunggu serah terima dari pemerintah pusat lalu kemudian masih menunggu selesainya proses auditing. Saat ini, pembangunan pagar dan sejumlah fasilitas penunjang sedang dikerjakan.

Kepala Desa Klampar, Badrus Soleh mengatakan, sejatinya pihaknya telah melakukan MoU dengan Pemkab Pamekasan bahwa pengelolaan gedung sentra batik itu akan dikelola oleh Pemkab Pamekasan dan Pemdes Klampar.

Dia mengaku siap jika gedung tersebut dipasrahkan kepadanya. Terlebih, Desa Klampar memiliki BUMDes yang diyakini mampu mengelola operasional gedung tersebut. Badrus berharap pembangunan gedung itu dapat segera diselesaikan karena telah hampir lima tahun.

Namun Badrus akan bersikap bijak jika gedung tersebut akan dijadikan sentra umum (sentrum) bagi semua jenis batik di Pamekasan dan dari berbagai desa yang memiliki potensi batik. Namun Badrus mengungkapkan, model bangunan itu tidak seusai dengan yang diharapkannya.

Karena gedung itu dibangun oleh pemerintah pusat maka seluruh tahapan pembangunan dari awal diatasi pemerintah pusat. Sementara model bangunan yang diharapkannya yaitu kios-kios yang saling berhadap satu sama lain untuk para pengusaha batik memasarkan batiknya.

“Saya harap segera diselesaikan. Itu sudah hampir ilma tahun. Dulu pertama dibangun tahun 2016,” ucapnya. (ali/waw)

 

 

Komentar

News Feed