oleh

Dibantu Tandon, Pengunjung Pasar di Pamekasan Wajib Bermasker

Kabarmadura.id/Pamekasan–Sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pamekasan akan difasilitasi dengan tandon tempat cuci tangan. Penyediaan peralatan tersebut, hasil bantuan dari dari Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Pamekasan yang disalurkan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan,  Bambang Edy Suprapto menyampaikan bahwa terdapat sebanyak 24 paket tandon lengkap dengan tempat cuci tangan bantuan PMI Pamekasan yang akan didistribusikan ke 16 pasar tradisional di Pamekasan.

Tandon dan tempat cuci tersebut, jelas  Bambang,  nantinya didistribusikan ke setiap pasar dengan sesuai dengan kapasitas dan luas pasar.

“Untuk pasar yang tebilang luas seperti Pasar Pakong bisa  ditempati tiga buah tandon. Sementara Pasar Kolpajung, Keppo, Blumbungan, Proppo, Waru dan Palengaan nanti akan diberikan dua tandon. Nah, lainnya masing-masing satu tandon,” ulas Bambang.

Penyediaan tandon dan tempat cuci tersebut, diharapkan para pengunjung baik pedagang maupun pembeli bisa disiplin mencuci tangan ketika hendak masuk dan keluar pasar, demi menghindari peyebaran wabah Covid-19.

“Biaya total untuk semua ini sekitar Rp21,5 juta, ditempatkan di 16 pasar dan pertokoan yang berada di bawah kelola Disperindag tergolong sedikit, karena peralatannya kami beli sendiri, hanya modifikasinya kita bayar,” jelas Bambang dalam kapastitasnya sebagai ketua PMI Cabang Pamekasan.

PMI sendiri, jelas Bambang, masih akan meyalurkan bantuan 10 ribu masker ke setiap pedagang di pasar-pasar tradisional, agar tidak mudah tertular oleh wabah Covid-19. Masker tersebut, diakuinya hasil dari kreativitas para tim, karena terbuat dari kain dan dijahit sendiri oleh petugas PMI.

Bahkan ke depan, jika masyarakat masih tetap tidak disiplin menggunakan masker dan cuci tangan, pihaknya akan menerapkan kebijkan ketat dengan tidak memperbolehkan setiap pedagang untuk masuk ke dalam pasar. Hal itu, jelas Bambang demi kesehatan para pedagang.

“Ke depan kalo masker sudah kami bagikan, jika pedagang tetap tidak pakai masker tidak akan kami berikan masuk ke dalam pasar, agar mereka disiplin, kan masker sudah diberikan, itu akan kami usulkan ke bapak bupati, tapi semoga saja tidak,” tukasnya. (km53/bri/waw)

Komentar

News Feed