Dibina tanpa Solusi Gagal Panen, Petambak Udang Vanane Rugi Puluhan Juta Rupiah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) RUGI: Para petambak udang vaname saat mengelola tambak yang sedang dilanda perubahan cuaca di Kecamatan Sepulu, Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Petambak udang di Bangkalan merugi puluhan juta rupiah. Perubahan cuaca jadi sebabnya. Udang vaname yang selama ini dibudidayakan, gagal dipanen. Para petambak menyesalkan kerugian tersebut, karena sudah ada pembinaan dari Dinas Perikanan (Diskan) Bangkalan. Namun tidak ada solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Salah satu petambak udang vaname di Kecamatan Sepulu, Moh Siddiq, mengungkap bahwa hampir semua petambak udang mengalami kerugian, bahkan hingga puluhah juta. Sebab ada indikasi karena perubahan iklim, sehingga banyak udang yang mati dan tidak berkembang normal.

“Udang saya banyak yang mati dan tidak tumbuh,” katanya.

Menurut lelaki 29 tahun itu, dalam satu petak, biasanya dihasilkan 2 sampai 3 ton udang vaname. Tetapi saat peralihan musim, sepetak hanya berisi 7 sampai 8 kwintal udang. Masalah itu tidak hanya terjadi pada satu tambak. Tetapi hampir semuanya.

Siddiq menaksir kerugian yang dialami oleh para petambak juga cukup tinggi. Dia sendiri merugi lebih dari Rp12 juta.

Sedangkan dari pembinaan petugas Diskan Bangkalan pada para petambak, tidak ada solusi untuk mengantisipasi masalah tersebut.

“Percuma kami diberikan pembinaan, kalau pada akhirnya kami tak mendapatkan solusi,” terangnya.

Kepala Dinas Perikanan Bangkalan Mohammad Zaini membenarkan adanya gagal panen yang menimpa petambak binaannya. Menurutnya, salah satu penyebabnya karena iklim yang berganti, tetapi masalah utamanya adalah pada penyakitnya.

Adanya pembinaan dari Diskan Bangkalan juga dibenarkan Zaini. Pembinaan itu dari penyuluh perikanan berkaitan dengan upaya pengembangan udang vaname. Tetapi karena masih terbatas jumlah dan medan yang juga berjauhan.

“Kami juga masih dalam upaya mencari solusi, setidaknya untuk menyelamatkan yang masih ada,” tuturnya.

Kata Zaini, sebenarnya memang ada obat yang bisa diberikan untuk udang di saat terserang penyakit. Tetapi karena harganya juga cukup tinggi, maka pihaknya mencoba solusi lain seperti mengganti air dan memberikan beberapa jenis tumbuhan.

“Kami juga ingin mengupayakan agar bisa membantu para petambak,” terangnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *