Didemo, Dinsos Sumenep Pastikan Hadir untuk BPNT

  • Whatsapp
(KM/Razin) TEMUI AKTIVIS: Kepala Dinsos Sumenep Mohammad Iksan saat menemui mahasiswa pendemo.

Kabarmadura.id/Sumenep-Sejumlah mahasiswa yang terhimpun dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Wiraraja Sumenep melakukan aksi demonstrasi ke Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep terkait beberapa problem realisasi batuan pangan non tunai (BPNT).

Mahasiswa menuntut agar pihak pemegang kebijakan, untuk memperketat pengawasan dan distribusi dalam realisasi BPNT sampai hilir. Dinsos juga diminta aktif melakukan peninjauan langsung ke lapangan di seluruh kawasan yang dipijaki kelompok penerima manfaat (KPM).

Selain itu, para aktivis mahasiswa meminta agar Pemkab Sumenep mengusut tuntas dan memberikan sanksi tegas kepada oknum yang terindikasi bermain-main terhadap realisasi BPNT. Disamping itu, pendemo menuntut pihak Dinsos Sumenep berada di garda terdepan mengawal realisasi secara maksimal.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi Rahman menyampikan, latarbelakang pihaknya melakukan aksi, dikarenakan merasa terpanggil mengawal masyarakat agar menikmati bantuan tersebut dengan kualitas yang bagus serta terhindar dari aksi kenakalan sejumlah oknum.

“Seperti penyaluran beras yang bermasalah di Desa Cellong Kecamatan Arjasa, di sana beras BPNT yang tersebar diduga berbahan sintetis, sehingga hal itu sangat mengancam kesehatan masyarakat,” katanya.

Menanggapi beberapa persoalan tersebut sebagaimana tubtutan mahasiswa, Kepala Dinsos Sumenep Mohammad Iksan menjelaskan, semua problem tersebut pasti akan diproses secara regulasi. Termasuk terkait dugaan realisasi beras yang jadi permainan, mulai beras jelek hingga yang diduga terbuat dari bahan plastik.

Tidak hanya itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan para penegak hukum, sehingga segala polemik yang sudah pantas diselesaikan di meja pengadilan. Lelaki yang pernah aktif di PMII itu memang berkomitmen agar segala jenis bantuan tidak terbatas BPNT, benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Yang pasti, mau itu suplayer, TKSK, dan pihak terlibat, siap-siap menerima konsekuensi jika bekerja tidak sesuai regulasi, jika itu di luar wilayah kebijakan kami, maka pasti akan dapatkan sanksi secara hukum,” tanggapnya. (ara/ong)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *