oleh

Diduga Ada yang Berusaha Menutupi

Pelaku Pemerkosaan Mengaku Hanya Iseng

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Kasus pemerkosaan yang menyebabkan korban depresi hingga meninggal dunia akhirnya terungkap. Polres Bangkalan berhasil menangkap 4 dari 7 orang pelaku pemerkosaan tersebut, Selasa (7/6/2020). Sedangkan 3 pelaku lainnya masih menjadi buron polisi.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Agus Sonbraja mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari 4 terduga pelaku yang diringkus, aksi bejatnya itu hanya dilatarbelakangi iseng semata. Namun mereka sebelumnya memang menarget perempuan dari salah satu kecamatan, tapi bukan korban tersebut.

Para pelaku berdalih, korban menggunakan baju seksi dan kebetulan lewat sehingga dikejar, karena mereka langsung tertarik untuk melakukan pemerkosaan tersebut.

“Tadi malam 4 tersangka dijemput. Sisanya 3 orang, 2 sudah diketahui dan 1 dalam pencarian,” jelasnya.

Dua orang yang sudah diketahui keberadaannya itu, akan dijemput Selasa (7/6/2020) malam.

Sementara itu, Koordinator Pendamping Psikologi Perempuan dan Anak (PPPA) di Bangkalan, Mutmainah mengungkapkan, nama salah satu dari 7 pelaku ini sempat disebut korban sebelum meninggal. Bahkan, pelaku tersebut sebelumnya pernah ingin memerkosa korban tapi gagal.

“Pelaku itu salah satu anak tokoh di Bangkalan,” tutur aktivis yang selama ini mendampingi korban tersebut.

Dia meyakini, nama pelaku yang disebut itu adalah pelaku yang sebelumnya ingin memerkosa korban. Mutmainah juga menduga, ada seseorang yang berusaha menutupi keberadaan para pelaku pemerkosaan ini agar tidak ditangkap.

“Nama salah satu pelaku yang ditulis korban belum ditangkap, padahal sudah ada secarik kertas yang ditulis langsung oleh korban,” tuturnya.

Dia mendesak agar pihak kepolisian segera mengusut kasus itu hingga tuntas. Perempuan yang juga psikolog ini berharap, tidak ada lobi-lobi dari para pelaku agat tidak dijadikan tersangka.

“Sebelumnya ada kasus serupa dengan pelaku yang juga lumayan cukup banyak. Tapi para pelaku tidak tertangkap semua, bahkan korban juga meninggal diduga bunuh diri,” paparnya.

Terpisah, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Nur Hasan meminta semua pihak untuk tidak menyepelakan kasus ini. Sebab, selama ini korban kekerasan seksual seringkali terbungkam karena takut melapor dan banyak yang diselesaikan secara adat.

“Bentuk kekerasan pada anak dan perempuan ini harus ditekan sekecil mungkin kasusnya,” tukasnya.

Kasus yang menggegerkan Bangkalan dalam sepekan ini mendapat perhatian dari berbagai pihak. Baik aktivis, anggota legislatif di tingkat Kabupaten Bangkalan juga DPRD Jatim yang ikut memantau perkembangan kasus tersebut.

Lima anggota DPRD Jatim dari Bangkalan terjun langsung mendatangi Polres Bangkalan, Selasa (7/6/2020). Kedatangannya untuk memastikan pihak kepolisian tidak masuk angin dalam mengusut tuntas kejadian itu. (ina/waw)

Komentar

News Feed