Diduga Ilegal, Warga Peminta Sumbangan di Bangkalan Ditertibkan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) PENCERAHAN: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangkalan memberikan arahan kepada enam warga peminta sumbangan dan anak jalanan (anjal) serta badut untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangkalan menertibkan enam warga peminta sumbangan di pertigaan Jalan Soekarno Hatta. Diduga kuat, peminta sumbangan yang mengatasnamakan lembaga madrasah ilegal. Sebab, tidak bisa menunjukkan surat izin meminta bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) maupun lembaga terkait.

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban dan Ketentraman Umum Satpol PP Bangkalan Urip Riyanto mengatakan, mereka hanya mengantongi izin dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Bangkalan. Kendati demikian, masih mentolerir mereka dengan memberikan himbauan dan peringatan secara lisan. Jika nantinya saat patroli rutin masih meminta sumbangan tanpa dilengkapi surat resmi, maka akan memproses secara aturan.

Bacaan Lainnya

“Saya tidak melarang mereka meminta sumbangan, tapi harus melengkapi surat resmi. Kalau tidak ada surat resmi keterangan dari lembaga yang mengatasnamakan dari salah satu madrasah, minimal harus ada izin dari Dinsos, kepala desa (kades) atau kecamatan,” ujarnya, Selasa (14/9/2021).

Selain itu, petugas juga berhasil menertibkan empat badut dan satu anak jalanan (anjal). Mereka, diberi pembinaan dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulanginya. Diketahui, tiga badut merupakan warga Sukolilo Kecamatan Labang dan satu warga berasal dari Gempol Pasuruan. Sedangkan, satu anjal di bawah umur berasal dari Surabaya.

Urip meminta, baik kepada warga peminta sumbangan dan badut maupun anjal, agar tidak mengulangi perbuatan yang dapat mengganggu para pengguna jalan. Sebagai jaminan tidak mengulangi kegiatan, petugas  menyita pakaian empat badut tersebut. “Kami tidak ada niat apa-apa, kami hanya melakukan penertiban karena mengganggu masyarakat. Selama wabah ini, peminta sumbangan maupun amal tidak ada. Tiga hari ini mereka muncul kembali,” jelasnya.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok ISwanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *