Diduga Masih Cemari Pantai Lombang, Tujuh Tambak Ilegal Jadi Incaran

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) SEBATAS WACANA: Diduga masih cemari pantai lombang, tujuh tambak ilegal jadi incaran. Namun sampai saat ini belum ditindak.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Limbah tambak yang mencemari lingkungan di Pantai Lombang Kecamatan Batang-Batang masih menjadi pembahasan. Bahkan, satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep masih mengagendakan menindak 7 tambak udang.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep Purwo Edi Prasetia membenarkan bahwa 7 tambak yang tidak berizin masih menjadi incaran lembaganya. Menurutnya, 7 tambak yang tidak berizin itu sangat berpengaruh pada lingkungan.

Bacaan Lainnya

“Terlebih saat in hujan limbah semakin berantakan di Pantai Lombang. Ternyata, yang sangat membahayakan limbah yang tidak berizin,” katanya, Minggu (20/12/2020).

Untuk menindak 7 tambak itu, Pemkab Sumenep akan segera membahasnya melalui tim yang telah dibentuk.

“Pasca uji lab, kami terus bertindak salah satu incaran kami yakni, yang tidak berizin,” paparnya.

Edi mengaku sulitmenindak tambak yang tidak berizin. Sebab, saat diinvestigasi ke lokasi sering tidak ada pemilik tambaknya.

“Tetapi, setelah ini kami akan terus bergegas untuk kemaslahatan kita bersama,” ujar dia

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengatakan, tim penegak perda hanya sebatas wacana dalam penindakan terhadap tambak udang di Pantai Lombang. Indikasinya, masalah tambak itu sudah berbulan-bulan tak kunjung selesai. Padahal, uji lab Sudah jelas.

“Bukan hanya wacana. Tetapi, bukti yang dapat menentukan semuanya,” tegasnya.

Diketahui, sejak keluarnya hasil uji labaoratorium mengenai pencemaran di Pantai Lombang, belum Satpol PP selaku penegak perda  belum menutup tambak.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ernawan Utomo mengatakan, tambak tersebut sudah tidak ada masalah. Sebab, outletnya yang mengarah ke Pantai Lombang sudah ditutup. Outletatau jalur pembuangan limbah itu milik dua tambak yang sudah mengantongi izin,yakni CV Lombang Sejahtera dengan PT Darwin Nusantara.

“Selain yang yang berizin, yang tidak berizin juga banyak mencemari,” ujarnya.

Dia mengatakan, dua tambak itu sudah diberi pembinaan. Sehingga, dirinya berkomitmen dengan pihak perusahaan bahwa jika dalam waktu dekat tetap langgar aturan dan tidak mengikuti aturan,makaakan mengambil langkah selanjutnya. Misalnya menutup sementara atau ditutup selamanya.

“Tapi, Insyaallah aman. Tidak ada masalah lagi,” pungkasnya.(imd/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *