oleh

Diduga Melakukan Pelecehan Seksual, ASN di Sampang Dilaporkan

KABARMADURA.ID, Sampang –Kasus pelecehan seksual di wilayah hukum Kabupaten Sampang kembali terjadi. Diduga tindakan itu dilakukan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus sebagai guru di salah satu sekolah dasar (SD) di Sampang.

Kasus tersebut dilaporkan ke Markas Polres (Mapolres) Sampang pada pekan lalu. Kronologi pelecehan seksual yang terjadi pada Bunga (nama samaran) yang masih menduduki kelas 2 SD. awalnya dipaksa untuk melakukan perbuatan pelecehan seksual oleh salah satu guru ASN dengan inisial UR, hal itu diketahui setelah Bunga menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya.

Ibu mawar langsung mengadu ke suaminya dan akhirnya secara spontan langsung menegur pelaku. Namun, UR mengelak dengan alasan Bunga tersebut hanya disuruh membersihkan kotoran di pakaian.

“Awalnya kami tidak tahu kejadian itu, tiba-tiba anak saya cerita, dan suami Saya langsung negor pelaku itu, tapi malah mengelak, bahkan seperti orang yang tidak punya masalah. Tapi tak lama kemudian kejadian itu terbongkar, karena pada saat itu kedua anak dari UR itu mengajak mesum,” ucapa HS ibu korban di depan ruang Unit PPA Polres Sampang, Selasa (3/11/2020).

Selain itu, UR tersebut rumahnya sangat dekat, bahkan masih ada ikatan kerabat jauh sehingga pasca kejadian tersebut tidak langsung melapor, namun karena UR tersebut terkesan merasa tidak punya salah, bahkan tidak ada niatan baik untuk meminta maaf akhirnya dilaporkan ke Mapolres Sampang pekan lalu.

“Kedatangan kami disini memenuhi panggilan pihak kepolisian, untuk dimintai keterangan atas laporan kami pada minggu kemarin, terkait kasus yang menimpa pada putri kami” imbuhnya.

Sementara itu, kuasa hukum yang mendampingi korban, Andika Putra Hardiawan menegaskan, dirinya akan mengawal kasus tersebut hingga tuntas, dengan catatan terduga terpidana. Apalagi terduga tersebut berstatus guru  ASN.

“Pelaku ini berstatus ASN, yang jelas nanti akan ada sanksi dari pemerintah soal ASN, dan kasus ini akan dikawal hingga ke persidangan,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sampang Aiptu Sujianto mengatakan, sementara ini pihaknya masih meminta keterangan terhadap orang tua korban, dan jika bukti sudah cukup akan dinaikan ke tingkat penyidikan.

“Setelah disposisi kami langsung melakukan pemanggilan terhadap orang tua korban atau saksi untuk dimintai keterangan,” singkatnya. (mal/).

Komentar

News Feed