Diduga Napi Kendalikan Narkoba dari Lapas, Polres Pamekasan Enggan Geledah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) BERDALIH: Polres Pamekasan belum menggeledah dua lapas di Pamekasan dengan alasan masih wabah Covid-19.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN–Sejak penangkapan sejumlah pengedar narkoba oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surabaya dan penembakan atas Agus Slamet yang mencoba membacok polisi saat dibekuk beberapa waktu lalu, terungkap sebuah informasi bahwa pengedar tersebut merupakan kurir yang dikendalikan oleh narapidana lapas di Pamekasan.

Meski informasi itu sudah beredar luas,pihak Kepolisian Resort (Polres) Pamekasan belum menggeledahdua lapas yang berada di Pamekasan guna mengungkap kasus tersebut.

Bacaan Lainnya

Kasatreskoba Polres Pamekasan, AKP Bambang Hermanto beralasan, belum bisa menggeledah karena Covid-19 masih mewabah.

“Panjenengan tahu sekarang Covid? Ya wes,” ucapnya ketus.

Namun demikian, pria berkumis itu mengaku telah mengonfirmasi keduanya. Sebab di Pamekasan terdapat dua lapas, yaitu lapas umum kelas II A dan lapas narkotika. Pihaknya mengaku sudah mengonfirmasi keduanya. Namun kedua pihak membantah terdapat napi yang mengendalikan peredaran narkoba.

Selain itu, menurutnya, pihak Polresta Surabaya belum memberikan pemberitahuan dan belum memanggil salah satu pihak lapas, sehingga pihaknya tidak dapat memastikan lapas mana yang dimaksud.

“Tidak ada yang ke lapas manggil, jadi kan tidak ada yang tahu lapas mana yang dimaksud,” ujarnya.

Di lain pihak, Wakil Ketua Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Pamekasan dr. Zayyadi menyayangkan sikap Polres Pamekasan yang kurang sigap dalam merespon sebuah kasus. Menurutnya, Polres Pamekasan harus tegas dalam upaya mengungkap kasus peredaran narkoba di Pamekasan.

Sebab menurutnya, peredaran narkoba merupakan aksi kejahatan yang dikenal memiliki jejaring yang luas bahkan tidak jarang terjadi di sejumlah daerah yang melibatkan aparat kepolisian dan petugas lapas. Karenanya, untuk menghapus stigma itu, Polres harus segera bertindak tegas.

Menurutnya, terlalu naif jika Polres Pamekasan beralasan wabah Covid-19 sebagai hambatan untuk melakukan pengungkapan dan penggeledahan lapas. Sebab menurutnya, untuk terhindar dari Covid-19 cukup dengan mematuhi protokol kesehatan (protkes). Sementara mematuhi protkes tidak hanya wajib dilakukan di dalam lapas, melainkan di manapun berada.

Pihaknya mendesak Polres Pamekasan untuk segera mengambil sikap. Agar kabupaten berjuluk Gerbang Salam ini tidak selalu disebut-sebut dalam setiap kasus peredaran narkoba di sejumlah daerah. Pihaknya yakin Polres Pamekasan bisa segera mengungkap kasus tersebut.

“Kabupaten Pamekasan berjuluk gerbang salam, jangan sampai tercoreng oleh peredaran narkotika,” tukasnya. (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *