Diduga Pungli PTSL, Sekdes Prenduan Ditahan

  • Whatsapp

Kabarmadura.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep tetapkan tersangka dan menahan sekretaris Desa (sekdes) Parenduan Kecamatan Paragaan, Senin (24/9).

Pria beriinisial MS itu menjadi tersangka atas dugaan pungutan liar (pungli) program proyek operasi program agraria (prona) tahun 2016 atau program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) tahun 2017 di Desa Prenduan. MS sendiri dalam program pelaksanaan prona atau PTSL sebagai ketua pelaksana.

Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Sumenep Herpin Hadat menjelaskan, MS diperiksa oleh penyidik Kejari Sumenep sekitar tiga jam. Setelah diperiksa, terdapat dua alat bukti (BB) yang diangap cukup untuk menetapkan MS sebagai tersangka.

“Setelah diperiksa, kemudian penyidik yakin dan dua mempunyai alat bukti, maka ditetapkan tersangka. Karena dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, atau melarikan diri maka dilakukan penahanan untuk 20 hari ke depan. Penahanan sejak 24 September sampai 13 Oktober,” jelasnya, Senin (24/9).

Diungkapkan Herpin, yang bersangkutan diduga melakukan tindak pidana korupsi (tipikor) dalam pelaksanaan program prona tahun 2016 dan program prona atau PTSL tahun 2017 di desa Prenduan Kecamatan Paragaan.

“Jadi dua tahun berturut-turut dugaan pungli itu dilakukan. Tersangka sendiri sebagai ketua pelaksana program prona selama dua tahun,” katanya.

Pasalnya, dugaan adanya pungli yang dilakukan oleh tersangka kepada pemohon prona atau PTSL sekitar Rp600 ribu. Dari hasil pungutan itu, pada tahun 2016 mencapai sekitar Rp175 juta, kemudian di tahun 2017 mencapai sekitar Rp186 juta.

“Jadi yang dipungut dari pemohon sebesar Rp600 ribu per pemohon. Untuk sementara kesimpulan dari penyidik, yang terkumpul selama tahun 2016 sekitar Rp175 juta dan untuk tahun 2017 sekitar Rp186 juta,” bebernya.

Tersangka sendiri menurut Herpin terancam minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun kurungan penjara sebagaiamana dalam pasal 12 huruf d Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001. (ong/rei/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *