oleh

Diduga Termakan Hoaks, Pasien Covid-19 Ramai-Ramai Menolak Disolasi Rumah Sakit

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Belakangan ini,banyak pasien memaksa petugas medis untuk pulang dari ruang rawat isolasi, baik pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang terinfeksi Covid-19.Kendati begitu, pihak rumah sakit tidak bisa berbuat banyak dan mengizinkan mereka pulang.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah dr H. Slamet Martodrdjo (RSUD SMart) Pamekasan Syaiful Hidayat mengatakan, sebenarnya pihak rumah sakit keberatan, namun tetap mengizinkan pasien pulang meski hasil pemeriksaan swab belum menyatakan mereka bersih dari Covid-19.

Namun, agar mereka tetap mendapat pemantauan, pihaknya melaporkan hal itu kepada puskemasyang menaungi wilayah domisili pasien tersebut.Sebab dia khawatir pasien justru menjadi penyebab sulitnya Covid-19 diatasi di Kabupaten Pamekasan.

Syaiful menyebut, sejak pertama kali merawat pasien Covid-19, terhitung sudah hampir 100 orang yang memaksanya pulang dan menolak diisolasi.

“Saat ini kecenderungan masyarakat mereka menolak isolasi di rumah sakit. Mereka memaksa untuk pulang. Ya kami izinkan mau bagaimana lagi,” tukasnya.

Beredarnya berita bohong tentang Covid-19 dan minimnya pengetahuan warga tentang dunia kesehatan, diduga jadi penyebabnya. Sehingga mereka tidak percaya terhadap tenaga medis.

“Mereka masih mengira bahwa Covid-19 ini buatan dan rekayasa. Mereka lebih percaya pada berita hoaks dari pada ahlinya,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Achmad Marsuki mengaku tidak mau kecolongan. Pihaknya bterus mendata siapa saja yang menolak untuk diisolasi di rumah sakit agar bisa dipantau boleh tim satgas di setiap puskesmas yang bersangkutan.

Dia juga selalu memberi pemahaman lebih terkait bahaya Covid-19. Dia berharap masyarakat objektif dalam memahami dunia kesehatan dengan memercayakannya kepada ahlinya yaitu tenaga kesehatan.

“Kami fokus lakukan edukasi. Selain itu kami terus lakukan pemantauan dan pelacakan. Kami tidak mau kecolongan,” ujarnya.

Saat ini,RSUD SMart tengah merawat sebanyak 16 orang pasien, satu di antaranya PDP dan 15 lainnya pasien Covid-19. Sedangkan di Kabupaten Pamekasansudah terakumulasi sebanyak 122 orang yang terinfeksi Covid-19.

Rinciannya, sebanyak 22 orang meninggal dunia, 65 orang sedang menjalani perawatan, sebagian diisolasi di rumah sakit untuk menjalani perawatan intensifdan sebagian lagi menjalani isolasi mandiri di rumah. Serta 35 orang dinyatakan bersih dari Covid-19.(ali/waw)

Komentar

News Feed