oleh

Dievaluasi secara Nasional, Pendaftaran Program Prakerja Gelombang II Ditangguhkan

Kabarmadura.id/Sumenep-Pemerintah memutuskan untuk menangguhkan pendaftaran program prakerja untuk gelombang kedua. Hal ini karena pemerintah pusat masih melakukan evaluasi secara nasional, setelah itu dapat diaktifkan kembali setelah evaluasi tersebut selesai.

Hal itu disampaikan Kasi Informasi Pasar Kerja Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumenep Wiyono. Menurutnya, kelanjutan pendaftaran gelombang kedua akan dilanjutkan setelah ada instruksi dari pemerintah pusat.

Adapun jumlah pendaftar gelombang pertama di Sumenep tercatat sebanyak 85 orang. Riciannya, laki-laki 54 dan pendaftar perempuan sebanyak 31 orang. Pada gelombang kedua sempat ada yang daftar 1 orang pada (20/4/2020) kemarin. Namun, setelah itu karena ada instruksi dari pemerintah pusat, maka sementara ditangguhkan.

Wiyono menjelaskan, program pendaftaran prakerja nantinya akan dibagi 3 gelombang. Pendaftaran terakhir antara bulan November dan Desember 2020. Ia berharap persoalan server tersebut bisa segera teratasi dengan baik sehingga program tersebut bisa dilanjutkan.

Sebagaiman diketahui, pendaftaran program prakerja ini dilakukan melalui laman www.prakerja.go.id. Peserta yang dinyatakan lulus akan mendapatkan bantuan biaya pelatihan dan uang insentif.

“Sasaran penerima adalah yang berusia 18 tahun ke atas dan sedang tidak sekolah atau kuliah,” tegasnya.

Mereka yang jadi peserta Kartu Prakerja akan diberikan paket manfaat senilai Rp 3,55 juta, yang terdiri dari bantuan biaya pelatihan sebesar Rp1 juta yang dapat dipergunakan untuk membeli satu atau lebih pelatihan di mitra platform digital.

“Nantinya dana insentif akan ditransfer melalui rekening bank atau e-wallet LinkAja, Ovo atau GoPay milik peserta,” paparnya.

Insentif tersebut terdiri dari 2 bagian. Pertama, insentif pasca penuntasan pelatihan pertama sebesar Rp 2,4 juta terdiri dari Rp600.000 per bulan.Sedangkan bagian kedua, insentif pasca pengisian, yaitu survei evaluasi sebesar Rp50.000 per surveinya, dengan 3 survei yang memiliki total Rp150.000.

“Disnakertrans Sumenep hanya sebagai fasilitator. Sedangkan penentu kelulusan sepenuhnya ada pada pemerintah pusat,” tukasnya.

Sementara itu, salah satu pendaftar asal Desa Lobuk Kecamatan Bluto Sahrudin (35) mengatakan, pendaftaran kartu prakerja sangat menyulitkan baginya. Sebab, pada waktu login ke www.prakerja.go.id sempat ada masalah yang membuatnya kesulitan pada proses selanjutnya.

“Saya daftar pada gelombang kedua kemarin. Setelah itu konsultasi pada Disnakertras Sumenep karena mengalami gangguan,” ujarnya.

Selain itu, ia mempertanyakan kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Seandainya ada kriteria yang jelas, maka publik akan berlomba-lomba untuk mendapatkan kelulusan,” pungkasnya. (imd/pai)

Komentar

News Feed