Diimpor dari Spanyol, Mesin Milik PT Garam Kembali Rusak

  • Bagikan
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) RUSAK: Sejumlah pekerja di PT Garam harus diberhentikan sementara akibat mesin pencuci garam rusak sejak beberapa pekan terakhir.

KABARMADURA.ID, SAMPANG, CAMPLONG-Mesin pencuci garam (mechanical washing) milik PT Garam senilai miliaran rupiah kembali rusak. Padahal, mesin terbaru juga sempat rusak setelah terpakai beberapa bulan dari pembelian tahun lalu.

Mesin tersebut merupakan pengadaan tahun 2019 lalu. Namun mesin sempat tidak berproduksi karena mengalami kerusakan pada komponennya. Saat ini, mesin kembali rusak. Padahal, pada kerusakan pertama sudah dilakukan perbaikan.

Akibatnya, mesin untuk pencuci garam kembali tidak beroperasi selama beberapa minggu. Dampaknya, puluhan pekerja di sekitar PT. Garam dihentikan. Sebab, PT. garam belum bisa berproduksi.

Informasi yang dihimpun Kabar Madura, kerusakan yang terjadi sekitar sejak tiga minggu terakhir. Mesin mati dan tidak bisa dioperasikan diduga mengalami kerusakan di bagian komponen. Sehingga, para pekerja masih menunggu mesin kembali hidup.

“Sudah lama yang rusak. Sekitar 50-an orang dihentikan sementara. Akibat kerusakan mesin mereka belum bisa bekerja. Tapi saya tidak tahu penyebab kerusakannya,” ucap salah satu warga di sekitar PT. Garam.

Diungkapkan, selama ini PT Garam belum memproduksi garam konsumsi. Sehingga, PT. Garam hanya menghabiskan stok yang ada. Sementara para pekerja berharap mesin kembali hidup.

Data yang dihimpun Kabar Madura, anggaran pembelian mesin bersamaan dengan proyek EPCC Pabrik Camplong dengan nilai anggaran Rp60 miliyar. Sementara pembangunan pabrik ditargetkan dengan kapasitas 10 tph. Sayangnya, PT. Garam masih tertutup soal anggaran pengadaan mesin mechanical washing.

Mesin pencuci garam itu merupakan mesin impor didatangkan dari Spanyol. Proyek pengadaannya dipihakketigakan kepada PT. Barata. Saat ini mesin tersebut baru kembali beroperasi. Namun hasil produksinya dinilai masih tidak memenuhi target PT. Garam plan gudang Camplong di Sampang.

Baca juga  Karang Taruna Desa Polagan Rutin Kembangkan SDM Pemuda

Plan Manager Gudang Camplong Anang Siswanto tidak bisa dimintai keterangan. Berusaha dikonfirmasi melalui nomor ponselnya, tidak tersambung. Sebelumnya, pihaknya mengakui mesin tersebut pernah rusak. Namun, sudah diperbaiki.

Humas PT Garam Miftahul Arifin saat berusaha dikonfirmasi mengaku belum bisa menjawab akibat kerusahan mesin pencuci garam. ” Saya masih sedang rapat ini. Waduh saya belum siap kalau masalah itu,” ucapnya singkat. (man/nam)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan