oleh

Dikejar Berbagi Dana PI Pemkab Sampang, Petronas Mulai Umbar Janji

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Petronas Caligari mulai mengumbar janji. Perusahaan asal Malaysia itu, saat ini sedang proses eksplorasi di perairan utara Sampang, tepatnya di lokasi sumur Hidayah II.

Saat sedang dikejar agar berbagi dana participating interest (PI) sebesar 10 persen dengan daerah, Petronas mengumbar janji akan melibatkan warga setempat dalam proses pendampingan wilayah terdampak.

Janji itu akan ditepati jika kandungan minyak dan gas bumi (migas) di sumur Hidayah II layak untuk dikembangkan. Sebab, selama ini, masih proses eksplorasi dan belum diketahui prospek jumlah kandungan gas pada sumur hidayah II.

Bagian Pengadaan dan Hubungan Bisnis Petronas Caligari, Hendrayana mengaku, untuk sumur Hidayah II masih proses eksplorasi. Sementara yang sudah beroperasi dan eksploitasi hanya sumur bukit tua. Sehingga, pihaknya masih melihat hasil ekplorasi pada sumur Hidayah II.

“Kami akan libatkan pemuda dan warga di sekitar wilayah terdampak. Namun saat ini masih menunggu hasil kandungan migas di sumur Hidayah II,” katanya.

Diungkapkan pula, sebelum sumur hidayah II dieksplorasi, sudah melakukan eksplorasi di sumur Hidayah I. Namun hasilnya nihil. Kandungan migas tidak bisa dikembangkan. Sehingga eksplorasi dihentikan.

Sementara untuk sumur bukit tua, sudah beroperasisejak tahun 2015. Sayangnya, sampai saat ini baru berkomunikasi lebih aktif dengan pemerintah. Sehingga, pemberian danacorporate social responsibility (CSR) baru difaisilitasi pemerintah sejak tahun 2020. Sementara sebelumnya dilakukan tanpa terkoordinasi.

Sebelumnya, realisasi CSR Petronas untuk sumur Bukit Tua tidak berwujud. Petronas juga mendapat protes dari sejumlah pemuda dan aktivis di Sampang. Sebab, realisasi CSR tidak diketahui dan dinilai hanya dirasakan beberapa kelompok masyarakat saja.

Anggota Komisi II DPRD Sampang, Agus Khusnul Yakin meminta Petronas untuk melibatkan masyarakat setempat menjadi pendamping. Sehingga, semua kegiatan yang berkaitan dengan kontribusi petronas tepat sasaran dan tepat guna. Selain itu terdokumentasi dengan baik.

“Harus melibatkan masyarakat setempat,” katanya.

Menurutnya, jika bantuannya berupa program penggemukan sapi, dinilai kurang tepat sasaran. Sebab bantuan tidak dirasakan langsung oleh para nelayan yang terdampak langsung.

“Harus tepat sasaran dan tepat guna. Siapa yang terdampak siapa yang layak menerima bantuan. Makanya harus ada pendamping yang mengkoordinir,” katanya. (man/waw)

Komentar

News Feed