oleh

Dikeluarkan Sekolah lantaran Meracau saat Kesurupan, Dua Siswi Pindah Akhirnya Menerima

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Setelah melalui beberapa pertimbangan, wali dari dua siswi SMAN 1 Batuan yang dikeluarkan dari sekolahnya, akhirnya legawa memilih pindah sekolah. Keduanya pindah pada ke SMA Negeri 2 Sumenep.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengatakan, kedua siswi saat ini sudah memilih pindah ke SMAN 2 Sumenep. Alasannya lebih aman dan dekat dengan tepat tinggalnya.

“Setelah saya pangggil dari wali masing-masing memilih pindah di SMAN 2. Alasannya sangat tidak betah di SMAN 1 Batuan,” ujarnya.

Proses perpindahan difasiliatasi oleh Kacabdin Pendidikan Jatim Wilayah Sumenep dengan segala berkas yang ada.

“Kami sudah berikan keringanan dan tidak berbelit-belit. Agar siswa tidak banyak nganggurnya,” tukasnya.

Saat ini, masalah dikeluarkannya dua siswi itu dianggan sudah selesai. Bahkan, pertikaian antara wali siswa dengan guru yang dituding sebagai penyihir serta kepala SMAN 1 Batuan sudah mulai terlupakan.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Batuan Sumenep Salehoddin mengatakan, dua siswa yang hendak pindah ke SMAN 2 Sumenep sudah ada laporan dari pihak sekolah SMAN 2 Sumenep, persyaratannya pun sudah diurus.

“Memang dua orang tua siswi tidak izin bahwa mau pindah. Tetapi sudah meminta ke SMAN 1 Batuan,” ujarnya.

Diketahui, dua siswi berinisial MN dan AFT itu pindah ke SMAN 2 Sumenep lantaran dikeluarkan dari SMAN 1 Batuan. Keduanya disebut menuding gurunya sebagai penyihir. Tudingan itu disampaikan saat mereka sedang kesurupan.

Ditambah lagi, pihak sekolah mengklaim ada ucapan bernada ancaman dari wali dua siswi tersebut kepada guru yang disebut sebagai penyihir itu. Guru bernama Ahmad Fauzil itu akhirnya melaporkan ke kepala SMAN 1 Batuan. Akhirnya kepala SMAN 1 Batuan menerbitkan surat berisi pengembalian kedua siswi itu kepada orangtuanya.

Cabdin Penndidikan Jatim wilayah Sumenep akhirnya menengahi masalah itu. Pihak sekolah tetap bersikukuh mengeluarkan kedua siswi itu. Akhirnya orangtua dari dua siswi itu mengalah dan memutuskan memindahkan putrinya ke sekolah lain.

“Keduanya sempat diberi pemilihan antara di SMAN 1 Kalianget dan SMAN 2 Sumenep,” tukas Syamsul.

Sementara itu, salah satu wali siswi bernama Agus Efendi mengaku, saat ini sudah mendapatkan surat terima dari SMAN 2 Sumenep. Harapannya, siswi cepat sembuh. Sehingga, melakukan aktivitas belajar mengajar berjalan sesuai harapan. (imd/waw)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed