Dikeluhkan Warga, Hasil Lab Incinerator RSMZ Sampang Dinyatakan Aman

News86 views

KABARMADURA.ID | SAMPANG-Setelah sempat dihentikan karena mengganggu warga lantaran asap berbau menyengat, cerobong incinerator Rumah Sakit Muhammad Zyn (RSMZ) Sampang kembali beroperasi. Kini, aktivitas pembakaran limbah medis itu sudah bisa dioperasikan.

Pengoperasian incenerator RSMZ Sampang itu karena hasil laboratorium sudah keluar dan dinyatakan layak dan aman. Bahkan, nilai baku mutunya diklaim masih di bawah standar.

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang dr. Abdulloh Najich mengungkapkan, hasil lab incenerator RSMZ Sampang dalam ambang batas aman, maka cerobong incinerator RSMZ itu tetap bisa dioperasikan lagi.

Untuk materi uji kualitas udara emisi l, seperti partikulat (PM), hasilnya 10,6 dan baku mutunya 120, sulfur dioksida SO2 hasilnya kurang dari 2,6 dan baku mutunya 210 dan materi uji lainnya masih diambang batas aman berdasarkan hasil Nomor Lab 230735-1 pada tanggal sampling 15 Juni 2023  pukul 10:00 WIB.

Baca Juga:  Realisasi Program Fisik di Sumenep Berpotensi Molor, Mayoritas Paket Proyek Belum Masuk Lelang di LPSE

“Labnya sudah keluar dan hasilnya masih dalam ambang batas aman, karena di bawah baku mutu,” ungkap dr. Abdulloh Najich saat dihubungi Kabar Madura, Selasa (4/7/2023).

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Permukiman (DLH Perkim) Sampang Faisol Ansor melalui Kabid P2LH A. Rofik menerangkan, hasil uji emisi dan udara ambien dari aktivitas incenerator RSMZ semua di bawah baku mutu, sehingga layak untuk pemanfaatan mesin incinerator tersebut.

Melihat hasil uji lab incinerator RSMZ Sampang tersebut, maka DLH Perkim Sampang merekomendasikan untuk melaksanakan kewajiban kegiatan terhadap incinerator untuk secara berkala.

“Kami merekomendasikan agar RSMZ Sampang, Melaksanakan uji emisi setiap periode tiga bulan, Melaksanakan uji udara ambien setiap periode 6 bulan, Melaksanakan perawatan setiap periode 6 bulan dan melaporkan hasil pengelolaan dan pemantauan tersebut di atas ke Kementerian LHK per semester atau 6 bulan,” terang Rofik.

Baca Juga:  Dinkes KB Mengklaim Anggaran Jadi Pendorong Turunnya Stunting

Dikonfirmasi terpisah, Humas RSMZ Sampang Wiwin Yuli Triana menerangkan bahwa pada Selasa 4 Juli 2023 sudah dilaksanakan uji coba pasca dihentikan sementara. Hal itu dilakukan karena hasil labnya juga sudah dinyatakan aman dan nilainya di bawah baku mutu.

“Sudah kami lakukan uji coba tadi pagi,” singkatnya.

Berdasarkan catatan Kabar Madura, adanya asap berbau menyengat akibat aktivitas pembakaran limbah medis RSMZ itu terjadi di kawasan Jalan Imam Ghazali gg III Sampang dan sekitarnya pada Rabu (21/6/2023) lalu.  Pasca kejadian itu aktivitas incinerator dihentikan sementara.

Pewarta: Subhan

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *