Dikenal Penegak Idealisme, Mantan Ketua GMNI Pamekasan Zainal Abidin Meninggal Dunia

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN – Warga Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) berduka. Khususnya di Kabupaten Pamekasan.

Organisasi yang berdiri pada 23 Maret 1954 itu kehilangan kader terbaiknya: Zainal Abidin. Mantan Ketua GMNI Pamekasan ini menghembuskan nafas terakhirnya, Sabtu (19/6/2021) malam.

Bacaan Lainnya

Pria yang akrab disapa Ustaz Zainal tersebut merupakan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Sontak saja, para SDM PKH di Kabupaten Pamekasan menyatakan duka yang sangat mendalam.

“Beliau sangat baik. Kinerjanya sangat bagus. Semoga husnul khotimah dan masuk surga-Nya,” ujar Korcam PKH Larangan Ita Purnama Sari, Ahad pagi (20/6/2021).

Ita mengungkapkan, Ustaz Zainal selama ini dikenal akrab dengan siapa pun. Bahkan, bisa dibilang tak pernah menyakiti hati siapa pun selama di PKH.

Hal senada juga dikemukakan Korcam PKH Pamekasan Uswatun Hasanah. Meskipun tak kenal akrab dengan Ustaz Zainal, perempuan yang karib disapa Uus tersebut merasa terkesan tiap kali jumpa almarhum.

“Sangat terasa cepat. Kami sangat sedih. Beliau pribadi yang humble, baik, sering senyum. Ketika berbincang-bincang, beliau tidak pernah memotong. Selalu mendengarkan orang lain sampai selesai,” ungkapnya.

Bagi Uus, Ustaz Zainal juga ramah sekali. Jumpa di mana saja dan dengan siapa saja, pasti almarhum menyapa duluan.

“Kami seluruh SDM PKH Pamekasan, khususnya Kecamatan Larangan, sangat merasa kehilangan,” ujar Uus.

Saat menakhodai GMNI Pamekasan pada 2009-2011 lalu, Ustaz Zainal dikenal penegak idealisme mahasiswa. Dirinya getol menggelorakan spirit idealisme. Bahkan, dirinya pernah mengecam keras oknum aktivis di Pamekasan yang urung mendemo kantor Bulog. Para aktivis tersebut diduga menerima uang suap Rp20 juta.

Gerakan mahasiswa bermotif uang, yakni mahasiswa yang mau berdemo dengan harapan karena ingin mendapatkan uang dari institusi yang hendak didemo, bagi Ustaz Zainal merupakan gerakan yang sangat tidak terpuji.

“Saya menilai itu bentuk pelacuran idealisme mahasiswa. Kami sangat menyayangkan hal itu terjadi,” tegas Ustaz Zainal kala itu. (nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *