oleh

Dilaporkan KIPP, KPU Sumenep Pertimbangkan Akses Media

KABARMADURA.ID, Sumenep –Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep tidak memberikan akses masuk terhadap awak media. Itu saat menggelar debat kandidiat pertama di Hotel Utami Sumekar Sumenep, Selasa (10/11/2020).

Dampaknya, media tidak dapat memantau secara langsung jalannya debat sebagai bahan peliputan dari sisi observasi. Namun, opsi terbaik sebatas menyaksikan dari layar kaca. Pasalnya, acara tersebut disiarkan secara langsung melalui media sosial youtube dan salah satu televisi.

Selain itu, awak media juga tidak bisa mendapatkan foto eksklusif. Tak ayal, pemberitaan debat kandidat di media kebanyakan sebatas menggunakan foto jarak jauh atau memotret layar kaca.

Kata Komisioner KPU Sumenep Rofiki Tanziel, akses media memang masuk dari evaluasi pelaksanaan debat kandidat pertama. Bahkan, dia mengaku tengah mempertimbangkan akses khusus media pada debat kedua, Senin (23/11/2020).

Namun, Rafiki menjabarkan, akses khusus itu berupa pelayanan untuk mengambil foto eksklusif. Tapi, waktu terbatas. Yakni, saat berhenti iklan. Sebab, dia khawatir akan mengganggu jalannya debat kandidat.

“Kami akan evaluasi nanti untuk akses media; apakah nanti kawan-kawan media bisa mengambil gambar saat jeda, masuk tapi keluar saat acara dimulai. Iya, kami akan pertimbangkan,” ucapnya kepada Kabar Madura, Kamis (12/11/2020).

Lebih lanjut, mantan jurnalis ini menjelaskan, KPU Sumenep memang memberlakukan pembatasan massa di dalam ruangan seperti yang diatur dalam PKPU 13 Tahun 2020.

Di Pasal 59 PKPU tersebut, menunjukkan undangan yang bisa masuk dalam arena debat hanya dua orang perwakilan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), kedua pasangan calon (paslon), empat orang tim kampanye dari masing-masing paslon, dan tujuh atau lima orang anggota KPU.

Hal itu juga yang membuat pelaksanaan debat kandidat itu dilaporkan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) ke Bawasku Sumenep. KIPP melaporkan dengan surat nomor LP/PB/Kab/16.35/XI/2020 yakni tentang penutupan akses atau informasi dalam pelaksanaan atau tahapan debat.

“Iya karena memang aturannya seperti itu; debat di tengah Covid-19. Kami melaksanakan sesuai dengan ketentuan. Artinya, kami berkepastian hukum, hukumnya seperti itu. Insya Allah, debat kedua tetap seperti ini,” tegasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed