oleh

Dilaporkan lantaran Tidak Cairkan BST, Kades Siap Selesaikan Kekeluargaan

Kabarmadura.id/Pamekasan/PASEAN-Dugaan kejanggalan penerima bantuan sosial tunai (BST) yang terjadi di Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, akhirnya menemukan titik terang.

Sebelumnya, salah satu warga desa setempat melapor ke Polres Pamekasan lantaran tidak menerima BST tahap 1 hingga 3. Nilai BST tahap 1 sampai 3 itu sebesar Rp600 ribu per tahap.

Warga atas nama Syafie itu, hanya menerima BST tahap 4 hingga 6 dengan nominal Rp300 ribu per tahap.

Kepala Desa (Kades) Sana Tengah Kecamatan Pasean Jailani Fausi yang dikonfirmasi mengaku tidak pernah melakukan penggelapan.

Menurutnya, jika ada warga yang tidak mendapatkan BST, maka hal itu murni kesalahan teknis dalam proses pencairan yang biasanya disebabkan oleh kesalahan input data.

Jailani mengakui bahawa Syafie beserta keluarganya termasuk pada 56 kelompok penerima manfaat (KPM) yang harus mendapatkan BST.

Menurut informasi yang diterimanya dari perangkat desa, BST milik keluarga Syafie diberikan kepada warga lain yang bernama sama dengan nama Syafie dan keluarganya.

“Itu murni kesalahan tehknis, tidak ada niat kami untuk menyelewengkan karena itu hak warga KPM,” ucapnya.

Jailani berharap, Syafie dan keluarganya bisa menyelesaikan masalah yang murni disebabkan oleh kesalahan tehknis itu secara baik-baik dan kekeluargaan. Bahkan pihaknya siap bertanggung jawab untuk memberikan BST yang sebelumnya tidak didapatkannya.

Jailani menginginkan bisa berjumpa langsung dengan Syafie dan keluarganya untuk memecahkan masalah tersebut. “Saya berharap Syafie dan keluarganya bisa diajak berbicara secara kekeluargaan, kami siap bertanggung jawab,” tegasnya. (ali/ito)

 

Komentar

News Feed