Dilarang Buka Bersama, Pemkab Pamekasan Tetap Gelar Safari Ramadhan

News103 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Terbitnya larangan buka bersama bagi pejabat tidak menghentikan rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melaksanakan program Safari Ramadhan. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan Masrukin menyampaikan, Safari Ramadhan akan dilaksanakan sebagai mestinya, sesuai dengan jadwal yang sudah direncanakan. Namun untuk buka puasanya akan diatur secara khusus.

 “Nanti bukbernya akan diatur khusus, seperti saat Covid-19 kemarin, tetap dilaksanakan tetapi tidak aktivitas bukber, jadi dibawa pulanglah menu yang disiapkan,” paparnya, Selasa (28/3/2023).

Secara prinsip, Masrukin menegaskan akan tetap taat terhadap edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Tetapi dalam kegiatan safari kali ini, direncanakan ada ceramah agama dan penyampaian tentang pembangunan Pamekasan.

Baca Juga:  Sinergi Pemkab Pamekasan dengan BPJS Ketenagakerjaan: Ribuan Guru Ngaji Dapat Jamsostek

Edaran yang dimaksud, sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Nomor: 100.4.4/1768/SJ tentang Penyelenggaraan Buka Puasa Bersama. Sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo dalam larangan bukan bersama Nomor R 38/Seskab/DKK/03/2023 tertanggal 21 Maret 2023.

Terlebih, imbuh Masrukin, momentum tersebut juga sebagai ajang silaturahmi forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dengan masyarakat.

 “Substansinya bagaimana forkopimda itu ketemu dengan masyarakat, momen ini baik untuk silaturahmi. Yang penting tidak menabrak SE dari pemerintah pusat, setelah kami pelajari bolak balik, maknanya makan-makan bersama secara mewah,” urainya.

Baca Juga:  Demi UHC, Pemkab Pamekasan Atasi Masalah NIK Tidak Sinkron dalam 10 Menit

Secara teknis, Safari Ramadhan ini akan dilaksanakan di setiap kecamatan. Sifatnya bisa tentatif, bisa di sore hari atau di malam hari.

Pilihan tersebut, menurut Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Khairul Umam, perlu didukung. Sebab, imbuhnya,  program Safari Ramadhan jadi momentum untuk komunikasi secara langsung dengan masyarakat. Sehingga masyarakat bisa secara langsung menyampaikan berbagai gagasan dan pendapat tentang perbaikan Pamekasan.

“Kalau harus memutus silaturahmi yang mestinya kita manfaatkan pada bulan suci ini untuk diperat ini kan bertentang spirit kita,” imbuhnya.

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif 

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *