oleh

Dinas Pemberdayaan Perempuan Pamekasan Pesimis, Program Metode Kontrasepsi Minim Peminat

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pamekasan, pesimis bisa memenuhi target pengguna Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), pasalnya program sampai saat ini masih sepi peminat.

Kepala Bidang Keluarga Berencana DP3AKB Pamekasan Soerjati menjelaskan, MKJP merupakan alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan dan menghentikan kesuburan dengan waktu jangka panjang.

MKJP digunakan masyarakat yang ingin menunda kehamilan hingga lebih satu tahun, hanya saja, program tersebut sampai saat ini masih sepi peminat, akibatnya, pihaknya pesimis bisa mencapai target perkiraan permintaan masyarakat (PPM).

“Antusias akseptor untuk menggunakan MKJP masih minim. Hal itu yang menjadi faktor DP3AKB pesimistis untuk mencapai target yang ditentukan BKKBN Jawa Timur,” katanya.

Dikatakan Soerjati, target MKJP tahun ini sejumlah 2.184 akseptor. Kendati demikian, tidak banyak masyarakat yang menggunakannya. Bahkan tahun lalu, capaiannya penggunaan MKJP tidak seratus persen.

Akibatnya, pihaknya mengaku pesimis bisa mencapai target tersebut. Alasannya, hingga Maret 2019, tercatat hanya 148 akseptor pengguna yang memanfaatkan MKJP. Akseptor pengguna lebih berminat pada alat kontrasepsi MOW. Hingga saat ini, tercatat 105 akseptor MOW dan 12 untuk MOP

Ditambahkannya, sejauh ini akseptor paling banyak menggunakan suntikan non-MJKP. Meliputi suntikan, pil, dan kondom. Pemakaian suntikan bisa satu hingga tiga bulan sekali. Sementara alat kontrasepsi dengan pil bisa dikonsumsi setipa hari.

“Sejak tiga bulan terakhir, penggunanya sudah mencapai 5.504 akseptor,” terangnya.

Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail memyampaikan, DP3AKB harus ssegera memaksimalkan program MKJP dan Non_MKJP dengan demikian, Dapat mencapai taarget dari BKKBN Jawa timur

“Pendekatan secara massif terhadap  masyarakat adalah langkah yang paling utama,” pintanya. (km45/pin)

Komentar

News Feed