oleh

Dinas Perikanan Sampang Target Produksi Garam 285 R

Kabarmadura.id/SAMPANG-Memasuki musim kemarau, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sampang mematok target produksi Garam di Kota Bahari itu mencapai 285 ribu ton. Terget produksi itu, meningkat dari tahun sebelumnya sekitar 15 ribu ton. Karena pada tahun 2018 target produksi masih 270 ribu ton.

“Tahun ini, target produksi garam mencapai 285 ribu ton. Saat ini petambak dan petani garam sudah mulai mempersiapkan lahan, kemungkinan setelah hari raya ini, mayoritas petani sudah berproduksi,”kata Kepala Bidang (Kabid) Perikanan dan Budidaya Diskan Sampang.

Ia membeberkan, setiap tahun target produksi garam di kota Bahari selalu terpenuhi. Itu karena beberapa tahun terakhir kondisi cuaca relatif bagus. Sedangkan luas lahan garam di Sampang mencapai 2.814 hektar yang tersebar di berbagai wilayah.

Untuk itu, tahun ini target produksi garam tersebut dinaikan. Mahfud menjelaskan, musim produksi garam kali ini, kemungkinan baru di mulai awal Juni mendatang, karena saat ini para petani garam di Sampang sedang mempersiapkan lahan dan menunggu stabilitas cuaca.

“Selama cuaca bagus, kami sangat yakin target produksi tahun ini terpenuhi bahkan terlampaui. Pada tahun 2018 realisasi produksi garam mencapai 346 ribu ton, itu sudah melampaui target yang ditetapkan,”ungkap Mahfud.

Lanjut Mahfut, kendati target produksi garam di Kabupaten Sampang selalu terpenuhi. Akan tetapi, akibatnya banyak garam rakyat di Wilayah itu yang tidak terserap. Itu karena PT Garam Persero dan perusahaan swasta berhenti melakukan pembelian garam petani, karena gudang penuh, kuota penyerapan terpenuhi dan berbagai alasan lainnya.

“Kalau target produksinya terpenuhi karena cuacanya bagus, tapi sekitar 90 ribu ton garam rakyat masih ngendap tidak terserap,”jelasnya.

Sementara itu, salah satu petani garam di Sampang Abdul Qodir (47), berharap pemkab tidak hanya mematong target produksi. Melainkan bisa memfasilitasi para petani untuk menjual garam dengan harga yang tinggi. Karena biasanya jika sudah musim produksi, harga garam di berbagai wilayah anjlok.

“Kami hanya berharap, pemkab bisa memfasilitasi para petani ini dalam hal pemasaran atau menjual hasil produksi, mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas produksi garam,”singkatnya. (Sub/)

 

Komentar

News Feed