Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bangkalan Ancam Cabut Bantuan Komputer 

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) PENGAWASAN: Bantuan tiga unit komputer dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk peningkatan minat baca di desa harus dimanfaatkan secara optimal.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Pemanfaatan komputer yang diserahkan ke setiap desa penerima harus optimal. Sebab bantuan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) akan dipantau khusus selama 6 bulan. Apabila desa penerima tidak bisa menunjukkan perkembangan di bidang  teknologi dan informasi (TI), bantuan tersebut bisa dicabut. 

Sehingga selama enam bulan akan dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) untuk memastikan keoptimalan penggunaan komputer yang lengkap dengan jaringan internetnya. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bangkalan Yuyun Fajar Novela, Selasa (16/11/2021). 

 Menurutnya, ketentuan pencabutan bantuan tiga unit komputer sudah disosialisasikan bersama perangkat desa pada saat penyerahan. Yakni, komputer bisa digunakan untuk keperluan pengetahuan dan peningkatan minat baca masyarakat. Sehingga masyarakat yang ingin mengetahui pengembangan bisa mengakses di internet yang sudah disediakan. 

“Intinya bisa digunakan untuk menambah wawasan masyarakat. Misal cara membudidaya tanaman atau hewan dan lain sebagainya,” ujarnya. 

Meski tidak melakukan pengawasan dalam penggunaannya, pihaknya akan melakukan monev dan kunjungan setiap 6 bulan sekali. Sehingga, apabila  tidak ada perkembangan bantuan  tersebut harus dikembalikan. Sedangkan pengembangan pemanfaatan yang dimaksud, pengurus perpustakaan desa harus aktif. 

“Misalkan menggelar pelatihan atau peningkatan minat baca. Intinya kegiatan apapun yang mampu meningkatkan gemar membaca di kalangan masyarakat. Insyaallah capaian kegiatan tidak sulit, asalnya pengurusnya serius pasti mampu,”  tuturnya. 

Sementara itu, Pengurus Perpustakaan di Desa Pesanggrahan Kecamatan Kwanyar Moh Syafii mengaku, pemanfaatan komputer masih dalam tahap pembelajaran. Sehingga jika sudah ada pengurus yang ahli mengoperasikannya, maka akan menggelar pelatihan terhadap masyarakat. 

Selain mengenalkan teknologi ke masyarakat, komputer tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai peningkatan produk lokal melalui inovasi yang tersedia di internet. Bahkan bisa dikembangkan hingga pemasarannya. “Kami pastikan, kami mampu dan akan kami maksimalkan, warga juga pasti sangat membutuhkannya,” responnya. 

Sekedar diketahui, empat desa yang mendapatkan bantuan dari Perpusnas, masing-masing Desa Pasanggrahan, Kamal, Martajasah dan Arosbaya. Sedangkan untuk desa/kelurahan yang gagal hanya Kelurahan Pangeranan. Sebab tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan tersebut. Masing-masing desa yang lolos, akan memperoleh bantuan berupa 700 eksemplar buku dan 3 unit komputer lengkap dengan jaringan internetnya. 

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *