Dinas PU Bina Marga Sumenep Kerjakan Tujuh Paket Proyek Jalan dalam Sebulan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BERBURU WAKTU: Sebanyak tujuh paket proyek peningkatan jalan dikerjakan dalam sebulan, dimulai 15 November hingga tenggat waktu 18 Desember 2021.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Kendati dilelang menjelang akhir tahun, tujuh paket proyek peningkatan jalan dilelang sebelum terjadinya perubahan APBD Sumenep atau perubahan anggaran keuangan (PAK). PAK yang digelar pada Oktober 2021 tersebut, bersamaan dengan pembukaan tender atau lelang paket proyek tersebut.

Proses lelang itu rampung pada 15 November 2021 lalu dimulai pengerjaannya. Alasan tidak menunggu PAK, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Sumenep khawatir, tujuh paket senilai Rp5,3 miliar itu tidak bisa rampung di penutup tahun 2021. Anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Sumenep.

“Lelang dilakukan sebelum perubahan APBD. Saat ini sudah proses penggarapan,” kata Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep Eri Susanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Teknik Agus Adi Hidayat, Selasa (23/11/2021).

PU Bina Marga Sumenep memastikan proyek itu selesai dalam sebulan ini, atau sebelum tenggat waktu berakhir. Semua pekerjaan akan dilaksanakan secara bersamaan. Batas waktu penyelesaiannya  juga bersamaan, yakni 18 Desember 2021.

Agus meyakini itu karena mengklaim telah menjalankan prosedur secara baik. Prosedur yang dimaksud, pada tahap awal, yang dilakukan dalam proses manajemen proyek adalah pendefinisian proyek itu. Pada tahapan tersebut, seluruh anggota di dalam tim wajib memahami tujuan yang akan dicapai oleh proyek tersebut.

Selain itu, dalam bekerja secara tim, mereka juga harus mampu mempertimbangkan faktor-faktor yang akan menghambat jalannya proyek. Dengan begitu, proyek bisa diselesaikan tepat waktu dan dengan kualitas terbaik sesuai yang diharapkan.

Selain menerjunkan tim akan sesuai tupoksinya, pelaksanaan harus berdasarkan pada perencanaan yang telah dibuat. Untuk menghindari kesalahan, ditangani di tahap berikutnya, yaitu pemantauan dan pengendalian proyek.

“Tahapan manajemen proyek berupa pemantauan dan pengendalian dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan. Namun, di sisi lain pada tahap ini perusahaan (rekanan) memiliki hak untuk mengambil keputusan-keputusan tertentu,” tegas dia.

Setelah selesai, akan ada serah terima proyek. Kegiatan itu sekaligus menghentikan seluruh penggunaan sumber daya selama pengerjaan proyek berlangsung.

“Ke depan, Dinas PU Bina Marga Sumenep akan selalu berhati-hati dalam proses pelaksanaan. Agar kualitas cukup baik,” tandasnya.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *