oleh

Dinas PU Bina Marga Sumenep Ragukan Kelanjutan Jembatan di PAK

Kabarmadura.id/Sumenep – Belum selesai. Terkendala anggaran. Itulah yang menimpa pengerjaan jembatan di Desa Pakamban Daya, Pragaan, Sumenep.

Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Sumenep mengupayakan proyek tersebut berlanjut. Namun, dirinya ragu. Sebab, masih harus tender ulang. Sehingga, waktu yang singkat tidak memungkinkan membantu guna mewujudkan upayanya.

Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Sumenep Harianto Effendi, mengakui proyek jembatan di Desa Pragaan sudah diajukan. Namun, menunggu persetujuan hingga 15 hari nantinya.

“Jika tidak diterima, maka akan dilakukan pada tahun 2021,” katanya saat dikonfirmasi Kabar Madura, Minggu (20/09/2020).

Anggaran tersebut diajukan pada perubahan anggaran keuangan (PAK). Sebanyak Rp200 juta lebih, untuk menyempurnakan jembatan tersebut. Anggaran itu diproyeksikan buat pagar dan janggah.

“Menunggu persetujuan, Mas,” ujarnya.

Diketahui, proyek tersebut dikerjakan pada tahun 2019. Sempat diperpanjang tahun 2020 lantaran bahan materiilnya tidak cepat datang. Pada saat perpanjangan waktu, sebanyak 75 hari dan selesai pada 70 hari. Saat ini tidak selesai lantaran terkendala anggaran yang nantinya akan dilanjut setelah di PAK 2020.

Tujuannya disempurkanakannya, tambah Harianto, agar jembatan kokoh. Selain itu, supaya ada pengamanan. Antisipasi bahaya lainnya. Misalnya ketika lewat di jembatan tersebut, takut ada rintangan di pertengahan jalan. Sehingga, bisa jatuh dari jembatan.

Diketahui, kontrak pengerjaan proyek pada Agustus lalu sampai tanggal 10 Desember 2019) dalam kontrak sudah selesai. Maka, Dinas PU Bina marga sudah memberikan keleluasaan untuk dikerjakan. Dengan syarat, didenda seperseribu dikali jumlah kontrak.

“Pihak rekan sudah diberlakukan denda. Sebab, tidak selesai sesuai kesepakatan kontrak,” tukas dia.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M Ramzi mengungkap proyek jembatan belum selesai. Dirinya akan memperjuangkannya untuk dilanjutkan tahun 2020. Alasannya, takut adanya bahaya bagi masyarakat yang hendak lewat di jembatan tersebut.

“Sudah ditandatangani. menunggu saja dari provinsi,” tegasnya. (imd/nam)

Komentar

News Feed