Dinas PU SDA Sumenep: Pengerukan Sungai Marengan Terkendala Anggaran

(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BERGEGAS: Pengerjaan pengerukan pada Sungai Marengan masih terkendala anggaran.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Sering terjadinya banjir atau genangan diduga karena kondisi Sungai Marengan belum maksimal menampung air. Sehingga air mengendap dan saluran yang kecil tidak mengalir. Kondisi tersebut perlu adanya penangan serius untuk dilakukan pengerukan sungai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (SDA) Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, pengerukan akan ditangani serius. Namun, tahun 2021 masih belum dapat dikerjakan. Sebab, pengerukan Sungai Marengan tersebut masih terkendala anggaran.

“Tahun 2021 tidak mungkin. Ya, tahun 2022 mungkin dapat dilakukan. Hal itu berkaitan dengan anggaran yang tidak ada,” katanya, Minggu (28/11/2021).

Bacaan Lainnya

Dikatakan Chainur, anggaran yang dibutuhkan kisaran Rp200 juta. Anggaran itu dialokasikan untuk para pekerja. Jika tidak dilakukan pengerukan maka daya tampung terhadap debit air mengecil. Kondisi tersebut dapat menyebabkan banjir.

“Hal ini bukan hanya di Marengan, nantinya semua pengerukan sungai akan dilakukan,” ujar dia.

Masih menurut Chainur, pengerukan akan dimulai dari jembatan rantai Marengan sampai muara kali Marengan sampai Kalianget. Menurut dia, akan segera diusulkan. Dengan demikian, air dapat mengalir secara cepat.

“Upaya ini akan dilakukan. Agar masyarakat merasakan kenyamanan,” tandasnya.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep Akhmad Zainur Rakhman mengatakan, setiap adanya sungai memang perlu diadakan pengerukan secara rutin. Minimal 1 kali dalam satu tahun. Sebab, jika tidak dilakukan akan berakibat banjir.

“Kalau bisa dinas terkait tidak hanya dilakukan pengerukan pada sungai. Saluran drainase juga perlu perawatan rutin,” tutup dia.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan