Dinas PUPR Pamekasan Ajukan Dua Alat Berat Penunjang Normalisasi Sungai

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan mengajukan dua alat berat penunjang normalisasi sungai untuk tahun depan. Sarana dan prasarana (sarpras) yang telah diajukan itu adalah satu excavator PC 100 dan satu dump truck.

Kepala Dinas PUPR Pamekasan Amin Jabir magatakan, pengajuan itu dilakukan karena selama ini alat berat yang dimiliki terbilang kurang. Namun, pihaknya tidak bisa memastikan apakah pengajuan itu akan terpenuhi atau tidak.

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Jabir menjelaskan, dalam pembahasan yang dilakukan bersama tim anggaran pemerintah setempat, draf pengajuan itu tidak mendapatkan koreksi sama sekali. Sehingga, pihaknya cukup optimistis terkait pemenuhan pengajuan dua barang tersebut.

Baca Juga:  Dalam Ancaman Banjir, Sampang dan Pamekasan Masih Fokus Solusi Jangka Pendek

“Detail anggarannya tidak hafal berapa. Tapi ini sifatnya e-katalog dan pembelian berdasarkan produk dalam negeri. Tapi, kami juga memproyeksikan pembelian mesin atau produk luar negeri yang tidak memungkinkan tidak ada di dalam negeri,” jelas Jabir, Minggu (10/12/2023).

Selama ini, alat berat yang dimiliki Pemkab Pamekasan hanya terdiri dari dua jenis, yaitu satu excavator dengan PC 75 dan beberapa tandem. Menurut Jabir, hal itu masih terbilang minim dalam menunjang efektivitas normalisasi sungai. Idealnya, satu sungai terdiri dari satu excavator.

Minimnya sarpras tersebut mengakibatkan normalisasi sungai tidak bisa dilakukan secara cepat. Sehingga dibutuhkan penambahan alat berat tambahan dalam mendukung efektivitas realisasi normalisasi sungai. Jabir berharap, dengan adanya tambahan sarpras itu penanganan banjir melalui kegiatan normalisasi sungai teratasi dengan cepat dan efisien.

Baca Juga:  Lautan Manusia Banjiri Kota Delta, Kemeriahan Peringatan 1 Abad NU

“Upaya kami harus bisa meyakinkan tim anggaran atas pemenuhan sarpras tambahan ini, baik melalui APBD ataupun sumber dana lainnya. Jika dibandingkan dengan kabupaten yang lain, kita jauh tertinggal dari segi sarpras. Rata-rata mereka punya lebih dari satu excavator,” ungkapnya.

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *