Dinas PUTR Sumenep Berdalih Minim Anggaran, Normalisasi Sungai Hanya Fokus di Dua Lokasi

(FOTO: KM/IMAM MAHDI) MINIM: Proyek normalisasi sungai tahun ini hanya hanya fokus di dua lokasi.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Proyek normalisasi sungai dinilai kurang maksimal. Bahkan belum sepenuhnya mengurangi intensitas banjir. Sebab, pada tahun 2022 ini proyek normalisasi hanya fokus di dua titik lokasi saja.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep Eri Susanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air Hendri Hartono mengatakan, normalisasi sungai hanya fokus di Kali Anjuk dan Kali Patrean. Diakuinya proyek normalisasi terkendala minimnya anggaran.

“Minimnya anggaran tidak dapat mengerjakan semua sungai yang ada di Sumenep,” katanya, Kamis (3/3/2022).

Bacaan Lainnya

Dijelaskannya, proyek normalisasi sungai dianggarkan Rp600 juta. Rinciannya, untuk Kalianjuk senilai Rp400 juta dan Patrean Rp200 juta. Saat ini masih proses persiapan lelang. Pelaksanaan pengerjaan ditargetkan Mei mendatang.

“Proyek normalisasi untuk antisipasi adanya banjir, saat ini hujan terus menerus,” bebernya.

Dikatakan Hendri, jumlah titik lokasi proyek normalisasi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya jauh  berbeda.  Tahun 2021 ada 8 titik lokasi sungai.

“Jika tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya, lebih sedikit” ucapnya.

Dia menegaskan, pengerjaan proyek normalisasi diharapkan selesai pada Oktober 2022. Pihaknya mengharapkan agar proyek lelang bisa segera digelar sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

“Semoga tetap berjalan sesuai harapan,” ucap dia.

Dijelaskannya Hendri, untuk luas dua paket proyek normalisasi kurang lebih masing-masing lebar 5-6 meter dan panjang 850 meter. Pihaknya mengingatkan kepada rekanan agar bekerja sesuai petunjuk teknis yang sudah ditentukan.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi mengutarakan, proyek normalisasi sungai perlu adanya langkah yang lebih serius dari dinas terkait. Seharusnya untuk mengantisipasi terjadinya proyek normalisasi sungai harus ada penambahan anggaran.

“Proyek normalisasi sungai perlu dipercepat, mengingat sungai juga salah satu faktor penyebab banjir dan lain lain,” tukasnya.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.