Dinas Sosial dan TP PKK Sumenep Gelar Kegiatan Pencegahan Perkawinan Anak


Dinas Sosial dan TP PKK Sumenep Gelar Kegiatan Pencegahan Perkawinan Anak
(DOK. TP PKK SUMENEP) Ketua TP PKK Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, membuka Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak (Cepak) di Hotel Utami, Selasa (20/9/2022).

KM.ID | SUMENEP -- Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Sumenep menggelar Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak (Cepak), Selasa (20/9/2022).

Kegiatan yang digelar di Hotel Utami, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, Ketua Bidang Satu TP PKK, Husnul Khatimah, dan Sekretaris Dinsos P3A, Mohammad Sayyidi.

Sosialisasi yang berlangsung satu hari ini juga diikuti oleh Kader PKK di kecamatan dan desa se-Sumenep. 

Ketua TP PKK Sumenep Nia Kurnia Fauzi menyampaikan bahwa, maksud dan tujuan dari penyelenggaraan Sosialisasi Cepak ini untuk menekan angka perkawinan anak di Sumenep.

Nia menerangkan, bahwa perkawinan anak dapat mengakibatkan banyak hal buruk. Di antaranya, memicu masalah kemiskinan (poverty) dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) 

"Akan memicu masalah kemiskinan jika pasangan belum disiapkan secara mental, dan mental pasangan yang belum siap ini juga akan menyebabkan kekerasan dalam rumah tangga," terangnya, Selasa (20/9/2022). 

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep itu menuturkan, bahwa pihaknya akan selalu melakukan pendekatan-pendekatan humanis dan edukatif kepada masyarakat agar menjauhi kultur perkawinan anak.

"Hal ini penting agar ada upaya untuk lebih meningkatkan kualitas kehidupan dan sumber daya manusia di Sumenep dari sekarang hingga masa depan," pungkasnya dengan tegas.

Untuk diketahui, di dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, batas usia minimal pernikahan adalah 19 tahun. Pernikahan di bawah usia tersebut tergolong pernikahan anak.

Reporter: KM7

Redaktur: Ongky Arista UA