Dinkes Bangkalan Batasi Vaksin Moderna bagi Nakes

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) BERBENAH: Puluhan guru di Sumenep belum melaksanakan vaksin tahap kedua.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Upaya dalam memberikan perlindungan berlapis untuk tenaga kesehatan mulai diajukan. Vaksin moderna yang disebutkan akan menjadi vaksin dosis ketiga untuk nakes, mulai masuk proses pendataan.

Tetapi tidak semua tenaga kesehatan di Bangkalan mendapatkan vaksin tersebut. Sebab, data pengajuan akan dipadukan dengan data vaksinasi di dosis sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo menyampaikan, mengenai penggunaan vaksin moderna, pihaknya sudah mendata dan mengajuan, kini dalam proses verifikasi.

Vaksin moderna diklaim sangat membantu untuk menjaga vitalitas dan kekebalan imun para tenaga kesehatan agar tidak mudah terpapar Covid-19. Sehingga mayoritas nakes akan mendapatkan vaksin tersebut.

Mengenai manfaat dan kegunaan, tambah Yoyok, vaksin tersebut bisa efektif setelah melakukan vaksin dosis kedua vaksin sinovac. Tetapi mengenai persentase kekebalan, pihaknya belum bisa memastikan.

“Efektivitasnya kami belum uji, tapi saya yakin ini efektif,” tutur pria dengan sapaan Yoyok ini.

Tidak semua nakes bisa mendapatkan vaksin tersebut. Yang bisa mendapatkan adalah nakes yang sebelumnya melalukan vaksin Sinovac dari dosis satu dan dua. Sebab, ada nakes yang memang tidak bisa mendapatkan vaksin.

“Ada nakes yang memang punya kelainan atau memiliki risiko, jadi mereka tidak bisa dapat,” paparnya.

Sedangkan di Bangkalan ada sebanyak 55 dokter dan 699 perawat. Dari jumlah 754 nakes itu, hampir 90 persen sudah divaksin.

Sedangkan salah satu tenaga kesehatan di Kecamatan Socah, Masrifah, berharap agar vaksin  dosis ketiga bisa segera di direalisasikan. Sebab, risiko terpapar nakes masih juga ada.

“Kalau memang ini bisa menambah keamanan, segerakan,” harapnya.

Apalagi di Bangkalan, menghadapi masyarakat yang belum juga memiliki kesadaran untuk vaksin tentu membuat resiko lebih besar dan berkepanjangan.

“Kalau melihat warga yang sampai saat ini belum kunjung percaya adanya Covid-19, saya juga merasa khawatir,” ucap Masrifah. (hel/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *