Dinkes Bangkalan Butuh Rp56 Miliar untuk Bangun Rumah Sakit Tipe D

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) BUTUH ANGGARAN: Dinkes Bangkalan mengalokasikan Rp56 miliar untuk pembangunan rumah sakit tipe D yang rencananya ditempatkan di Blega.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Pembangunan rumah sakit tipe D di sisi utara wilayah Bangkalan mulai dimatangkan. Pembangunan tersebut masuk program prioritas Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan tahun 2022. Berdasarkan akumulasi penghitungan, biaya yang harus dikeluarkan untuk pembangunan itu sebesar Rp56 miliar.

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengungkapkan, rinciannya Rp30 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp26 miliar untuk pengadaan alat kesehatan (alkes). Rencananya, rumah sakit tipe D itu akan dibangun di Kecamatan Blega. Tujuannya, untuk memenuhi layanan kesehatan bagi masyarakat yang ada di wilayah utara.

Bacaan Lainnya

“Sudah kami masukkan ke dalam program prioritas di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bangkalan tahun 2022,” katanya, Rabu (10/11/2021).

Namun, secara pasti kapan kegiatan fisik pembangunan rumah sakit tersebut bisa dilakukan. Pria dengan sapaan Yoyok ini belum bisa memastikan hal itu. Sebab, dia khawatir tahun depan akan ada refocusing kembali.

“Jika tidak ada aral melintang, diperkirakan tahun 2022 mulai pembangunan dan semoga tidak ada refocusing lagi,” harapnya.

Dengan anggaran pembangunan sebesar Rp56 miliar itu, disebut sangat ideal untuk membuat rumah sakit itu langsung bisa dioperasikan. Kendati begitu, anggaran itu belum mencakup sumber daya manusia (SDM)-nya. Diperkirakan, pembangunannya berlangsung dalam beberapa tahun jika dimulai tahun 2022.

“SDM belum kami bahas dan pikirkan, toh membangun ini kan belum tentu satu tahun selesai. Setidaknya, 70 sampai 80 persen pembangunan selesai, nanti baru kami sediakan SDM-nya,” jelasnya mengenai teknis tenaga kesehatan (nakes) yang akan ditempatkan di sana.

Lahan yang dibutuhkan sekitar 10 ribu meter atau satu hektar. Sedangkan kerja sama dengan pihak ketiga sebelumnya yakni Gosyen Sejahtera belum dipastikan juga akan membangun di Blega. Karena perjanjian kerja sama (PKS) masih dalam pembahasan.

“Itu bisa di Blega, bisa ditempat lain juga. PKS masih dibahas, kalau rumah sakit tipe D ini (Blega, red) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan nantinya,” terang lelaki asal Gresik tersebut.

Sedangkan menurut Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Nur Hasan,  pembangunan tersebut harus segera dilaksanakan. Terlebih, di APBD 2022, Dinkes Bangkalan mendapat dana tambahan senilai Rp231 miliar.

“Dana tambahan itu salah satunya dipergunakan untuk pembangunan rumah sakit tipe D. Jadi harus segera dilaksanakan,” tandasnya.

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *