oleh

Dinkes Bangkalan Imbau Dokter Kurangi Jam Buka Praktik

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Tidak dilengkapinya alat pelindung diri (APD) lengkap bagi tenaga kesehatan yang membuka praktik mandiri seperti dokter dan bidan, mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan.

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo meminta kepada seluruh dokter dan bidan di Bangkalan untuk mengurangi jam buka praktik dan jumlah pasien.

Mengingat di Bangkalan ditetapkan sebagai zona merah penyebaran Covid-19, ditambah pula pasien yang terinfeksi virus ini menjadi 5 orang, juga naiknya orang tanpa gejala (OTG) yang sangat drastis.

“Dokter, bidan dan perawat yang buka praktik di rumah, saya minta kurangi jam buka. Kalau tidak bisa, minimal kurangi jumlah pasien. Jangan terlalu lama, jamnya dikurangi se-sedikit mungkin. Harus sifatnya yang urgent saja yang dilayani,” pesannya.

Selain itu, ia juga meminta agar tenaga kesehatan yang membuka praktik mandiri, minimal melengkapi APD sederhana. Jika tidak bisa menerapkan atau memakai APD lengkap melakukan pelayanan kepada pasien, kata mantan kepala Puskesmas (Kapus) Blega ini, untuk tetap memakai APD sederhana dalam.

“Seperti minimal pakai masker dan sarung tangan. Karena kami tahu, memakai APD lengkap itu tidak nyaman, apalagi ketika melakukan pemeriksaan terhadap pasien. Minimal masker dan sarung tangan,” tegasnya.

Sedangkan untuk APD dan kelengkapan dalam penanganan Covid-19 di puskesmas, katanya, saat ini sedang didistribusikan, khususnya pemeriksaan awal atau rapid test. Sebab, ia mengaku, sudah menerima alat tes itu dengan jumlah ribuan. Sehingga dia berencana akan melakukan screening pasien dan tenaga medis se-Bangkalan.

“Untuk puskesmas, kami akan sediakan APD lengkap. Juga dalam waktu dekat ini, semua tenaga medis di Bangkalan akan kami lakukan screening,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bangkalan Farhat Suryaningrat menuturkan, selama pandemi ini. Ketentuan dan prosedur pemeriksaan bagi dokter umum yang masih membuka praktik dimuat dalam Surat Edaran Majelis Kehormatan Etik Indonesia (MKEK) pusat.

Surat edaran tersebut bernomor: 016/PB/K.MKEK/04/2020 Tentang revisi fatwa etik kodekteran, kebijakan kesehatan dan penelitian dalam konteks pandemi Covid-19.

“Sudah ada edaran dari MKEK, teknisnya dan pelaksanaanya dikembalikan ke masing-masing individu,” pungkasnya.

Dokter Farhat juga mengingatkan kepada dokter yang membuka praktik secara mandiri untuk memberikan pembatasan waktu praktek, penggunaan APD saat praktek sesuai level kontak dengan pasien. (ina/waw)

Komentar

News Feed