Dinkes Bangkalan Pasrahkan Penurunan Tarif  PCR ke Rumah Sakit

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADPFATUL M.) PEMERIKSAAN: Realisasi penurunan harga tes PCR di Bangkalan diserahkan ke rumah sakit oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan tarif tertinggi tes reserve transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) di Jawa-Bali senilai Rp495.000 dan Rp525.000 di luar Pulau Jawa-Bali.

Di Bangkalan, realisasi penurunan harga tes PCR diserahkan langsung ke rumah sakit oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan.

Bacaan Lainnya

“Realisasinya langsung ke Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan,” jawabnya Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo, dengan singkat saat dihubungi via seluler, Senin (23/8/2021).

Namun setiap puskesmas di Bangkalan tidak menerapkan PCR mandiri. Untuk pemeriksaan tes PCR mandiri hanya dilakukan di rumah sakit. Puskesmas hanya mengambil sampel atau spesimen bagi masyarakat yang memiliki gejala terinfeksi Covid-19.

Sedangkan rumah sakit swasta yang menerima pengambilan atau pemeriksaan tes PCR mandiri, sudah diimbau agar harganya disamakan dengan edaran Kemenkes.

Sementara, Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan dr. Nunuk Kristiani memaparkan, penurunan 50 persen tarif tes PCR secara mandiri tersebut sudah diberlakukan di layanan kesehatan yang dinaunginya itu, yakni sejak Minggu, (22/8/2021).

Awalnya, penerapan tarif tes swab PCR mencapai Rp900 ribu untuk sekali tes. Sedangkan penurunan tarif itu dikeluarkan Kemenkes melalui Surat Edaran (SE) Dirjen Pelayanan Kesehatan No. HK.02.02/I/2824/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan RT-PCR dan berlaku mulai Selasa, (17/8/2021).

“Kami sesuaikan dengan SE tersebut. Tes PCR hanya Rp495 ribu, tes antigen Rp125 ribu dan tes antibodi juga sebesar Rp125 ribu,” paparnya.

Pada tes antigen dan antibodi, sebelumnya ditarif Rp150 ribu untuk sekali tes. Tes antibodi digunakan untuk mendeteksi keberadaan antibodi atau imun yang terbentuk dalam darah seseorang yang telah terinfeksi Covid-19. Sedangkan tes antigen digunakan untuk mendeteksi keberadaan protein nukleokapsid dari virus SARS-CoV-2 atau virus Covid-19.

“Dalam pemeriksaannya, kami menggunakan alat yang berbeda pula. Untuk tes antigen kami gunakan reagen abbott panbio dan tes antibodi dengan alat cobas,” paparnya mengenai perbedaan tes yang digunakan untuk mendeteksi dini Covid-19.

Perempuan berkacamata ini melanjutkan, dalam sehari, pemohon yang melakukan tes PCR tidak sampai 20 orang. Terkadang maksimal hanya 5 orang atau di bawahnya.

“Biasanya pemohon pemeriksaan PCR ini untuk keperluan bepergian, seperti untuk syarat naik pesawat. Kalau mandiri tidak banyak pemohonnya,” tandasnya. (ina/waw)

TARIF BARU TES DETEKSI DINI COVID-19

  1. PCR Rp495.000
  2. Antigen Rp125.000
  3. Antibodi Rp125.000

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *