oleh

Dinkes Bangkalan: Usai Divaksin masih Rentan Terpapar Covid-19

KABARMADURA.ID, BANGKALAN– Kegiatan vaksinasi terus digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Vaksinasi tahap II dosis 1 kepada pekerja publik hingga saat ini masih berlanjut. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan tetap mengingatkan agar seluruh pekerja publik yang telah divaksin menerapkan protokol kesehatan (protkes). Sebab, berdasarkan analisa medis meski sudah divaksin, belum bisa aman 100 persen tidak terpapar wabah Covid-19.

Kepala Dinkes Sudiyo menuturkan, imun tubuh baru terbentuk usai vaksin kedua. Selain itu vaksin tidak menjamin 100 persen tidak terpapar. Maka dari itu, ia meminta agar tetap menjaga protkes.

“Imun baru terbentuk 28 hari setelah vaksin kedua. Di mana imun itu akan bertahan hanya dalam jangka waktu 8 bulan,” katanya.

Lelaki yang kerap disapa Yoyok ini mengungkapkan, jika berbicara ilmiah memang belum ada yang mengatakan vaksinasi bisa menangkal wabah Covid-19 secara 100 persen. Vaksin tersebut akan efektif usai vaksinasi dosis kedua.

“Dua minggu setelah itu akan bekerja. Kemudian kemampuan vaksin yang bertahan 8 bulan itu akan kebal dengan covid-19 ini. Lebih dari itu tidak ada yang tau,” jelasnya.

Hingga saat ini, Minggu (7/3/2021), proses vaksinasi pada pekerja publik mencapai 14 persen. Yoyok menjelaskan, telah tuntas vaksinasi terhadap forkopimda dan 3.753 tenaga kesehatan di lingkup Dinkes, RSUD Syamrabu, dua rumah sakit swasta dan tiga klinik swasta, serta 631 anggota polres dan 17 polsek jajaran serta 300 TNI.

Ditambahkannya, tim vaksinator dinkes mulai menyasar pelayan publik di lingkup semua OPD dan tenaga pendidik sebanyak 12.650 guru. Di mana untuk mempercepat vaksin dia menempatkan 3 vaksinator pada tiap puskesmas.

“Selanjutnya masyarakat umum, semoga sebelum hari raya kami sudah berikan vaksin semua,” timpalnya.

Terpisah, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Nur Hasan menyambut baik adanya vaksinasi. Dia berharap, dengan vaksin ini bisa membentuk kekebalan imun untuk menangkal terinfeksi Covid-19. Dia juga meminta, agar seluruh aparatur sipil negara (ASN), anggota dewan, guru dan pekerja publik lainnya untuk mau divaksin.

“Jangan sampai menolak dan semuanya ikut vaksin,” ungkapnya.

Selain itu, dia mengingatkan, agar Dinkes membuat jadwal terstruktur pelaksanaan vaksinasi. Agar kegiatan vaksin itu tidak dilakukan secara berkerumun.

“Jangan sampai prosesnya malah menimbulkan kerumunan atau massa dan menjadi perhatian publik,” tandasnya. (ina/mam)

Komentar

News Feed