Dinkes di Madura Upayakan Nakes Honorer Tidak Menganggur

KABARMADURA.ID | Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo mengeluarkan surat edaran (SE) penghapusan tenaga honorer pada 28 November 2023. Hal itu membuat beberapa tenaga nasib tenaga honorer di sejumlah OPD semakin mengkhawatirkan. Seperti halnya di tenaga honorer di Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan yang mencapai 39 tenaga kesehatan (nakes). 

 Kepala Dinkes Pamekasan dr. Saifuddin melalui  Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Avira Sulistyowati mengungkapkan, SE Menpan RB itu memberi tempo penghapusan seluruh tenaga honorer hingga 28 November 2023. 

Namun hal itu  dinilai akan berdampak pada pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) di lingkungan Dinkes.

Bacaan Lainnya

Di Pamekasan, dari 122 nakes, 39 orang di antaranya merupakan tenaga honorer. Sedangkan total kebutuhan SDM di Dinkes sebanyak 122 nakes. Namun, saat ini  terpenuhi 75 nakes dari unsur aparatur sipil negara (ASN). Sehingga total kekurangannya masih sebanyak 47 nakes, yang meliputi; 4 tenaga fungsional, 43 jabatan pelaksana.

Kekhawatiran yang sama juga terjadi pada nakes honorer di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan Bangkalan yang jumlahnya mencapai 316 orang. Jumlah tersebut tersebar di seluruh puskesmas, bidang, puskesmas pembantu, apoteker, dokter umum dan semacamnya

Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo mengungkapkan, bahwa berdasarkan hasil rapat bersama dengan pimpinan, Pemkab Bangkalan akan berupaya mempertahankan THL yang statusnya memang masih dibutuhkan. 

“Kalau nanti dihapus, tentu kami akan kekurangan nakes, jadi kemungkinan akan kami pertahankan,” jelas Sudiyo meyakinkan. 

Sementara itu, jumlah nakes di Bangkalan sebanyak 931 orang, mereka berstatus PNS. Dari jumlah itu, tenaga medis dan nonmedis di Bangkalan yang berstatus THL atau honorer sebanyak 316 orang. Jumlah tersebut tersebar di seluruh puskesmas, bidang, puskesmas pembantu, apoteker, dokter umum dan semacamnya. 

Dari tingkat pendidikan, S1 sebanyak  91 orang, SMA sebanyak 204 orang, diploma sebanyak 15 orang dan SMP sebanyak 6 orang.

Mengenai rencana penghapusan THL di 2023, pihaknya berharap para THL berjuang pada seleksi PPPK tahun 2022 yang akan disediakan sebanyak 185 orang untuk tenaga medis. Baik dari dinas kesehatan dan juga rumah sakit.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Wakil Direktur Bagian Umum RSUD Syamrabu Bangkalan Muhammad Taufiq. Dia menuturkan bahwa penghapusan honorer akan menyebabkan banyak nakes menganggur dan sejumlah rumah sakit kekurangan nakes.

 “Saya harap penghapusan ini tidak benar-benar terjadi, karena efeknya nanti sangat besar,” tutur Taufiq.  

Selanjutnya, jika penghapusan itu terjadi, dia meyakini akan ada solusi lain yang tepat untuk mengganti posisi nakes tersebut. 

“Saya yakin ini ada solusi yang lebih baik, tidak harus dipecat dan diberhentikan,”  tutupnya.

Begitu juga dengan nasib 1.883 nakes honorer di Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Sampang yang mulai ketar-ketir atas adanya SE Menpan-RB tersebut. 

Tenaga honorer di Sampang yang tersebar di 22 puskesmas, meliputi Puskesmas Sreseh 66 orang, Torjun 85 orang Pangarengan 51 orang, Kamoning 50 orang, Banyuanyar 44 orang, Camplong 85 orang, Tanjung 59 orang, Omben 57 orang, Jrangoan 44 orang, Kedungdung 63 orang, Banjar 61 orang, Jrengik 65 orang, Tambelangan 59 orang, Banyuates 53 orang, Bringkoning 55 orang, Robatal 65 orang, Karang Penang 60 orang, Ketapang 75 orang, Bunten  Barat 56 orang, Batulenger 63 orang, Tamberu Barat 59 orang, Pulau Mandangin 30 orang, RSUD Moh. Zyn 389 orang, RSD Ketapang 104 orang dan Dinkes Sampang 85 orang.

Namun, terkait hal itu, Kepala Dinkes dan KB, dr. Abdullah Najich melalui Subko Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Laily menyatakan akan menyiapkan strategi khusus, yaitu dengan melakukan advokasi dengan pemerintah pusat, melalui bupati. 

“Serta menuntaskan persyaratan badan layanan umum daerah (BLUD). Sebab dengan cara itu kami bisa melakukan perekrutan sendiri,” ungkap Laily.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif , KM64, Helmi Yahya

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.