Dinkes Pamekasan Izinkan Rumah Sakit Beroperasi tanpa Dokter

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ALI WAFA) TANPA DOKTER: RSU Kusuma Hospital, salah satu rumah sakit swasta di Pamekasan yang tercatat dalam Badan PPSDM Kemenkes tidak memiliki tenaga medis.

KABARMADURA.ID, Pamekasan Rumah sakit swasta yang berdiri di Pamekasan kian hari kian banyak. Namun berdasar pada data Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tidak semua rumah sakit tercatat memenuhi standar ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang cukup.

Yang belakangan berdiri, adalah Rumah Sakit Umum (RSU) Kusuma Hospital. Bahkan penelusuran Kabar Madura, dalam data Badan PPSDM Kesehetan Kemenkes, rumah sakit swasta itu tidak memiliki tenaga medis atau tidak memiliki satu pun dokter.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya ketiadaan dokter, rumah sakit di Jalan Bonorgo, Pamekasan itu juga tidak memiliki tenaga medis lain. Semua SDM tertera angka 0 (nol) atau tidak ada sama sekali.

Sementara keberadaan tenaga medis dalam sebuah rumah sakit,kata Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) Pamekasan Khairul Umam, menjadi indikator kualitas pelayanan kesehatan.

Pihaknya harus memastikan semua rumah sakit di Pamekasan telah memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat. Karenanya, dia berencana inspeksi untuk memastikan ketersedian SDM tenaga medis di sana.

“Untuk mengurangi kegelisahan ini, kita harus sidak secepatnya untuk melihat apakah rumah sakit itu layak dari semua aspek,” ujanrya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan dr. Saifuddin menjelaskan, setiap rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta di Pamekasan, telah memiliki SDM dokter yang telah dibekali dengan surat izin praktik (SIP).

Namun setiap rumah sakit swasta tidak diharuskan memiliki tenaga medis organik yang bekerja secara purna waktu di rumah sakit swasta. Sebab banyak rumah sakit swasta di Pamekasan yang tenaga medisnya bekerja paruh waktu, karena memiliki tugas dinas purna waktu di rumah sakit milik pemerintah.

Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan pasal 24 Permenkes Nomor 23 Tahun 2020,disebutkan bawa sumber daya manusia di rumah sakit diantaranya adalah dokter,  merupakan tenaga tetap yang bekerja secara purna waktu, bukan tenagakerja paruh waktu.

Bahkan menurutSaifuddin, ketersediaan tenaga medis organik tidak menjadi syarat dalam pengajuan izin mendirikan rumah sakit. Sebab yang terpenting setiap tenaga medis yang bekerja di rumah sakit swasta telah dibekali SIP yang direkomendasikan oleh Dinkes Pamekasan.

“Mungkin yang dimaksud tenaga medis milik rumah sakit ya seperti itu, tapi yang lain itu jarang. Dokter yang di UGD saja dari puskesmas, dan tidak masalah itu, karena SIP nya memang ada,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perizinan dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pamekasan Ummi Faroqoh mengatakan, dalam proses pengajuan izin mendirikan rumah sakit, yang menjadi syarat pokok yaitu sejumlah komitmen dasar dari beberapa dinas teknis terkait.

“Jika keempat dasar perizinan, ini sudah ada maka bisa direkomendasikan untuk memiliki izin,” tukasnya. (ali/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *