oleh

Dinkes Pamekasan tidak Serius Tangani Pencegahan DBD

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan mencatat angka penderita demam berdarah dengue (DBD) tembus 133 kasus tahun 2020 ini. Dengan realita demikian,  kinerja penekanan dinilai kurang optimal oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Khairul Umam, mengatakan angka sebanyak 133 kasus pada tahun 2020 menandakan kurang efektifnya penanganan kasus DBD. Pihaknya mendesak untuk program khusus yang sifatnya promotif preventif bisa terus digenjot.

“Saya meminta kepada Dinkes dan seluruh jajarannya, secara serempak bisa melakukan sosialisasi dan pendampingan ke masyarakat awam. Karena kesehatan masyarakat di bawah sangat penting. Utamanya harus ada antisipasi untuk melakukan persiapan khusus musim hujan,” saranya.

Menurutnya, untuk memaksimalkan program penekanan DBD, Dinkes bisa melibatkan semua pihak. Sehingga peran serta masyarakat bisa mendukung keoptimalan program tersebut. “Jadi kami harapkan segera dilakukan secara serentak, sebab sudah memasuki musim hujan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) P2PM Dinkes Pamekasan, Syaifoel Rachman, mengatakan untuk data kasus DBD per golongan umur dan jenis kelamin, per tanggal 26 Oktober 2020 berada di angka 133 Kasus.

Sedangkan, tahun 2019 ada 281 kasus, pada tahun 2018 ada 178 kasus. Sehingga untuk penekanannya sudah dilakukan berbagai upaya. “Untuk penanganan DBD kami melakukan promotif preventif, memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Agar bisa melakukan pencegahan sehingga tidak terkena penyakit DBD,” ungkapnya.

Dijelaskannya, penanganan kasus DBD yang ditularkan oleh nyamuk, dikaitkan dengan program terbarunya setiap satu rumah satu kader jumantik. Sehingga efektifitas untuk melakukan penekanan diklaimnya akan bisa terlaksana.

“Kami datang langsung kepada masyarakat, dari temen-temen petugas kesehatan dan kader yang dilantik untuk memberitahukan kepada masyarakat,”paparnya.

Dijabarkannya, untuk orang yang terjangkit penyakit DBD indikasi dengan demam tinggi mendadak selama 2 hingga 7 hari, sakit kepala, badan terasa pegal, nyeri ulu hati, dan disertai bintik-bintik merah, serta penderitanya mimisan. “Kami berharap masyarakat bisa terbiasa hidup bersih,”pungkasnya. (rul/ito)

 

Komentar

News Feed