Dinkes Pastikan Tidak Ada Peredaran Obat Mengandung Ranitidine

  • Whatsapp
AGUS MULYADI: Plt Kepala Dinkes Kabupaten Sampang

Kabarmadura.id/Sampang-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), beberapa waktu lalu mengeluarkan perintah penarikan terhadap beberapa obat-obatan yang mengandung ranitidine. Pasalnya zat ranitidine yang tercemar N-nitrosodimethylamine (NDMA), diketahui dapat memicu kanker (karsinogenik) jika dikonsumsi secara berlebihan dari ambang batas dan terus menerus dengan jangka waktu yang lama.

Menanggapi hal itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Agus Mulyadi mengklaim, tidak ada peredaran obat-obatan yang mengandung ranitidine yang dimaksud oleh BPOM di wilayahnya.

Pihaknya mengaku sudah menindaklanjuti terkait perintah dari BPOM tersebut. Namun demikian, pihaknya tidak menemukan obat-obatan yang dimaksud beredar di Kabupaten Sampang. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar masyarakat tetap tenang, tak tidak khawatir dengan keberadaan obat tersebut.

“Untuk puskesmas dan apotik di wilayah Sampang aman dari peredaran obat mengandung ranitidine yang dimaksud ini, maka kami harap masyarakat tetap tenang,” ungkapnya kepada Kabar Madura, kemarin (14/10).

Menurut Agus (sapaan akrabnya), dalam menidaklanjuti perintah dari BPOM itu, pihaknya juga dibantu dan bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Kabupaten Sampang dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sampang.

Dengan begitu pihaknya memastikan, untuk wilayah pelayanannya masih aman dari peredaran obat-obatan yang dimaksud dalam konferensi dengan BPOM tersebut. Jika tidak demikian, pihaknya akan mengambil langkah melakukan penarikan obat-obatan tersebut.

“Hingga saat ini masih aman, karena kalau tidak aman akan langsung dilakukan penarikan oleh pabrikannya,” terang pria kelahiran Sumenep itu.

Lanjut Agus, pihaknya tetap aktif berkoordinasi dengan ketua IAI dan IDI di Kota Bahari, untuk menindaklanjuti ke semua penanggung jawab apotek, agar  memastikan Kabupaten Sampang aman dari peredaran obat yang mengandung ranitidine tersebut.

Sementara itu, Ketua IDI Sampang dr. Indah menegaskan, pihaknya sudah menindaklanjuti perintah dari BPOM. Namun dari beberapa obat-obatan ranitidine yang ada, dipastikan tidak terindikasi kandungan obat sebagaimana dimaksud dalam perintah BPOM tersebut.

“Kami tidak menemukan ranitidine sebagaimana dimaksud oleh BPOM ini, makanya tidak ada penarikan obat, baik dari puskesmas dan apotek,” singkatnya, (sub/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *