Dinkes Prediksi Lonjakan Kasus Covid-10 di Awal Tahun, Prokes dan Vaksinasi Jadi Tumpuan Terakhir

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) AKAN MENINGKAT: Seorang warga saat saat mengikuti proses pemeriksaan swab di lokasi penyekatan di Terminal Barang Pamekasan. 

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Angka kasus Covid-19 di Pamekasan saat ini sudah menurun drastis. Bahkan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan saat ini hanya merawat tujuh orang pasien terinfeksi Covid-19. Semula, hanya enam orang. Namun, ada penambahan satu pasien tenaga kerja Indonesia (TKI) terinfeksi Covid-19.

Kendati begitu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RSUD SMart Pamekasan dr. Syaiful Hidayat memprediksi akan kembali terjadi lonjakan kasus pada akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022 di Pamekasan. Hal itu berpotensi terjadi karena di saat itu akan ada libur panjang yang mendorong meningkatnya mobilitas masyarakat.

Bacaan Lainnya

Dirinya juga melihat pada kasus tahun sebelumnya. Libur panjang awal tahun 2021 lalu cukup berpengaruh terhadap naiknya kasus Covid-19 di Pamekasan. “Ini harus segera diantisipasi oleh kita semua, tidak hanya satgas, tapi juga semua masyarakat,” ujarnya.

Menanggapi prediksi tersebut, Kepala Bidang (Kabid)  Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Nanang Suyanto mengatakan, strategi paling efektif guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 yaitu dengan disiplin mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Di samping itu, pihaknya terus memasifkan kegiatan vaksinasi di seluruh wilayah di Pamekasan. Sebab menurutnya, cakupan vaksinasi yang tinggi turut memberikan pengaruh besar dalam menekan tingginya kasus Covid-19. Sementara hingga saat ini, cakupan vaksinasi di Pamekasan yaitu 11,40 persen untuk dosis pertama dan 6,24 persen untuk dosis kedua.

“Ini tidak hanya tugas dinas kesehatan, tapi tugas semua yang ada di Satgas Covid-19, baik di kabupaten, kecamatan hingga desa dan kelurahan serta partisipasi aktif semua elemen masyarakat,” ulasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Khairul Umam mengatakan, penegakan prokes dan pengoptimalan kegiatan vaksinasi juga harus diimbangi dengan konsistennya penerapan 3T, yaitu; testing, tracing, dan treatment oleh Satgas Covid-19 kabupaten.

“Selain itu, rumah sakit rujukan jangan hanya disatukan ke RSUD saja. Rumah sakit swasta juga harus ikut andil,” ucap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. (ali/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *