oleh

Dinkes Sampang Cabut Izin Praktik Bidan Selama Tiga Bulan

Kabarmadura.id/Sampang-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, menjatuhi sanksi pencabutan izin praktek bidan mandiri (PBM) terhadap oknum bidan yang diduga melakukan kelalaian penanganan terhadap pasien yang akan melahirkan di Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, beberapa waktu lalu. Sanksi PBM itu diberikan selama tiga bulan kedepan.

Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Agus Mulyadi. Menurut dia, pemberian sanksi itu sesuai rekomendasi dari Ikatan Bidang Indonesia (IBI) Cabang Sampang, lantaran tindakan yang dilakukan oleh oknum bidan sudah jelas melanggar kode etik kebidanan.

Di sisi lain, pihaknya juga sudah melakukan kajian terkait dugaan kelalaian penanganan terhadap pasien yang dilakukan oleh oknum bidan dalam melayani ibu hamil di Desa Ketapang, yang mengakibatkan pasien melahirkan secara mandiri tanpa penanganan medis di depan rumah bidan yang bersangkutan.

“Bidan ini tidak bisa membuka layanan sementara waktu,” ucap Agus Mulyadi kepada Kabar Madura, Minggu (12/7/2020).

Sementara itu, Ketua IBI Cabang Sampang Rosidah menguraikan, berdasarkan hasil kajian, upaya pencabutan izin praktik PBM dan pembinaan kepada oknum bidan selama tiga bulan, karena yang bersangkutan telah melanggar kode etik profesi kebidanan.

“Kami akan segera turunkan plang praktek di rumah yang bersangkutan,” urainya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Sampang Mahfud mengungkapkan, sanksi yang diterima oleh bidan Sri Fuji karena melanggar etika profesi kebidanan itu, agar menjadi pembelajaran kepada bidan yang lain dalam mengemban amanahnya sebagai tenaga kesehatan.

“Kami kira sanksi yang diterima bidan Fuji ini sudah sangat layak dan saya rasa sanksi ini sudah cukup. Kami harap kejadian ini dapat dijadikan pelajaran bagi bidan yang lain,” ucap Mahfud.

Hal senada juga disampaikan, Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal Fatoni. Dirinya menegaskan, bidan yang menerima sanksi pencabutan izin praktiknya itu, tentunya beban mental bagi yang bersangkutan, karena tujuan sanksi itu bagus dan demi kebaikan bersama kedepannya, agar dibuat pelajaran bagi bidan yang bersangkutan dan yang lainnya.

“Kami berharap kejadian ini sebagai rambu bagi yang lain, nakes ini adalah pejuang kesehatan jadi jangan cederai dengan ulah oknum-oknum yang kurang memperhatikan keselamatan pasien, kualitas pelayanan harus diutamakan” tandasnya. (sub/pin)

Komentar

News Feed